Titiek Puspa Meninggal Dunia, Inul Daratista: Eyang Sangat Baik
Artis papan atas, Titiek Puspa meninggal dunia pada pukul 16.25 WIB, Kamis (10/4/2025) di RS Medistra. Titiek Puspa tutup usia 87 tahun. Sebelum meninggal, Titi
Insomnia atau kurang tidur selama berminggu-minggu bisa menyebabkan gangguan kesehatan. /boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA-Kurang tidur membawa dampak yang sangat signifikan pada kesehatan jangka panjang. Sbeab, tidur adalah cara tubuh untuk memulihkan tenaga.
Biasanya tubuh membutuhkan waktu istirahat dan tidur sekitar 7 jam dalam sehari. Namun, apa jadinya Anda tidak mendapatkan waktu tidur 7 jam setiap malam bagi kesehatan.
Dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com yang dilansir dari Sleep Health Solutions Ohio, Kamis (1/12/2022), ada 10 efek jangka panjang, bila Anda terbiasa kurang tidur selama berhari-hari.
Kebiasaan kurang tidur selama berbulan-bulan sangat berkaitan erat dengan hipertensi, serangan jantung dan stroke, obesitas, diabetes, depresi dan kecemasan, penurunan fungsi otak, kehilangan memori, melemahnya sistem kekebalan tubuh, tingkat kesuburan yang lebih rendah dan gangguan kejiwaan.
Kurang tidur berkaitan dengan peningkatan kasus hipertensi. Tidur bisa membantu tubuh mengatur hormon penyebab stres, kurang istirahat dapat memperkuat efek stres pada tubuh.
Kurang tidur jangka panjang sangat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, detak jantung yang lebih tinggi, dan peradangan. Semua ini memberi tekanan yang tidak baik pada hati Anda.
Kekurangan tidur bisa menyebabkan masalah kardiovaskular yang besar dan fatal, seperti serangan jantung dan stroke. Dokter dan peneliti percaya ini karena kurang tidur dapat mengganggu bagian otak yang mengontrol sistem peredaran darah atau menyebabkan peradangan yang membuat perkembangan gumpalan darah lebih mungkin terjadi.
Efek dari masalah tidur yang berkelanjutan termasuk penambahan berat badan yang cepat. Kurang tidur berhubungan dengan jumlah kortisol yang lebih tinggi, hormon stres, kecemasan, stres, dan frustrasi yang menyebabkan perubahan pola makan yang emosional dan kebiasaan gizi yang buruk. Hormon lain, yang disebut ghrelin, diproduksi di perut dan dikaitkan dengan kurang tidur dalam jangka panjang, kelebihan ghrelin justru bisa membuat orang merasa lebih lapar.
Tidur sebanyak 5 jam di malam hari masih belum cukup. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu metode tubuh untuk memproses glukosa yang digunakan sel untuk bahan bakar dan jumlah insulin yang diproduksi tubuh. Inilah sebabnya mengapa dianggap sebagai faktor risiko yang signifikan dalam perkembangan diabetes tipe 2.
Kebanyakan orang merasa mudah tersinggung jika mereka tidak tidur nyenyak, tetapi kurang tidur jangka panjang telah dikaitkan dengan depresi klinis dan hilangnya motivasi yang lebih umum. Sebaliknya, pasien depresi seringkali memiliki jadwal tidur yang tidak teratur.

Siklus tidur dan pengaturan suasana hati keduanya diatur oleh hormon melatonin. Faktanya, tingkat melatonin yang lebih rendah sering ditemukan pada orang yang menderita depresi dan mereka yang terkena insomnia. Kecemasan dan serangan panik juga bisa terjadi, karena seseorang kurang tidur.
Gaya hidup tidak tidur dengan durasi yang cukup bisa menyebabkan kabut mental, kelelahan, pemarah, dan kurang fokus. Saat otak tidak bisa beristirahat cukup dalam jangka waktu yang lama, kemampuan mental bisa menurun drastis. Kita tahu bahwa tidur yang cukup diperlukan agar orang merasa tajam, berkonsentrasi, dan belajar, tetapi itu juga memengaruhi keterampilan memecahkan masalah dan kemampuan mengatur emosi serta membuat keputusan.
Orang yang kurang tidur juga memiliki masalah dengan keseimbangan, refleks, dan keterampilan motorik; akibatnya, mereka lebih cenderung melukai diri sendiri. Mengantuk saat berkendara menjadi faktor utama dalam kecelakaan mobil.
Banyak ilmuwan percaya bahwa tidur itu penting untuk memberi otak waktu untuk mengatur dirinya sendiri dan, khususnya, untuk menyimpan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Tidur yang cukup sangat penting untuk daya ingat. Studi menunjukkan peningkatan dalam kehilangan memori setelah hanya satu malam tidur nyenyak.
Sistem kekebalan akan bekerja maksimal saat tubuh cukup tidur. Kurang tidur yang berkepanjangan menyebabkan reaksi serupa terhadap tingkat stres yang tinggi; itu dapat menurunkan respons antibodi Anda dan membuat Anda lebih rentan saat terpapar virus, bahkan pilek dan flu biasa.
Kurang tidur yang ekstrim dalam jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah gangguan kejiwaan. Beberapa orang yang menderita kurang tidur dalam waktu lama telah mengalami gejala termasuk disorientasi, paranoid, dan halusinasi. Jenis gejala ini terkadang membingungkan atau berhubungan dengan skizofrenia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Artis papan atas, Titiek Puspa meninggal dunia pada pukul 16.25 WIB, Kamis (10/4/2025) di RS Medistra. Titiek Puspa tutup usia 87 tahun. Sebelum meninggal, Titi
PSIM Jogja resmi memperpanjang kontrak Cahya Supriadi usai tampil impresif dengan 107 penyelamatan di musim 2025/2026.
Panen kopi Temanggung 2026 turun hingga 60 persen akibat cuaca ekstrem saat pembungaan. Meski produksi menurun, harga cherry arabika naik hingga Rp22.000 per k
NIK tidak terdaftar saat cek PIP 2026? Simak penyebab, cara mengatasi, serta langkah yang harus dilakukan orang tua agar bantuan pendidikan tetap bisa diproses.
Pengadaan motor listrik untuk program MBG menjadi sorotan setelah harga Emmo JVX GT dan JVH Max mencapai hampir Rp50 juta per unit. Berikut spesifikasi dan perb
Pemkab Sleman siap mengeksekusi rekomendasi pakar untuk menangani fenomena api di Seyegan. UGM menemukan anomali gas hidrogen yang diduga terkait limbah organik