Advertisement

Apakah Jabat Tangan Bisa Menularkan Virus HIV?

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 01 Desember 2022 - 10:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Apakah Jabat Tangan Bisa Menularkan Virus HIV? Ilustrasi HIV - AIDS. (Harian Jogja)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Stigma negatif terhadap para penderita HIV/Aids masih saja dijumpai di beberapa tempat. Bahkan ada yang menjauhi, hingga enggan berdekatan karena takut tertular.

Namun apakah kontak fisik bisa menularkan HIV/Aids? Apakah seperti jabat tangan dan berpelukan bisa menularkan penyakit itu?

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dilansir dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, stigma buruk tentang orang yang terkena HIV/Aids hingga enggan bersosialisasi dengan mereka sudah harus hilang karena virus HIV yang kemudian akan menyebabkan Aids tidak mudah ditularkan.

Kontak fisik sehari-hari tidak akan menularkan virus yang menyerang kekebalan tubuh ini.

WHO pada tahun 2019 lalu mengungkap, HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, air susu ibu (ASI) semen dan cairan vagina.

Baca juga: Ada 6.214 kasus HIV di DIY, Ini Golongan Umur yang Paling Mendominasi

Selain itu, HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan. Namun, orang tidak dapat terinfeksi melalui kontak sehari-hari seperti mencium, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan, atau air.

Dilansir dari Alodokter, seorang wanita dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes HIV ke dokter apabila berisiko tinggi terkena infeksi HIV, misalnya melakukan seks bebas tanpa kondom, menggunakan narkoba suntik dengan jarum yang dipakai bersama orang lain, atau memiliki pasangan seksual yang menderita HIV.

Tidak perlu takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasa berisiko atau sudah terinfeksi HIV. Saat ini, ada program khusus untuk konseling dan pengobatan HIV yang dikenal dengan VCT (Voluntary Counselling and Testing).

VCT dilakukan oleh tim dokter, konselor, dan ahli medis lain yang akan membantu untuk mendapatkan informasi dan penanganan tentang HIV secara komprehensif. Kerahasiaan dalam konseling dan pengobatan HIV adalah salah satu tujuan utama dari program VCT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Peringati Satu Tahun Perlawanan, Warga Wadas Gelar Pentas Seni dan Dirikan Patung

News
| Kamis, 09 Februari 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement