Advertisement
Kurangi Risiko Cedera Lutut, Dokter Sarankan Lakukan Hal Ini
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Saat berolahraga, kemungkinan mengalami cedera lutut bisa terjadi. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan.
Dokter Bedah Tulang Andi Nusawarta mengatakan cedera lutut dapat menyerang siapa saja. Terlebih, bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun yang lebih rentan mengalami cedera lutut ringan hingga berat.
Advertisement
Pria yang terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia ini mengatakan ada beberapa upaya yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan cedera lutut maupun bagian tubuh lainnya.
Berikut cara mencegah cedera lutut menurut dokter Andi, dikutip dari Antara, Minggu (23/10/2022).
Pencegahan
1. Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga.
Pemanasan dan pendinginan dilakukan untuk mempersiapkan otot sebelum dan sesudah olahraga, sehingga tubuh lebih mudah beradaptasi dengan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan.
“Siapkan dengan pemanasan dan nanti tubuh akan siap beradaptasi dengan olahraga yang dipilih. Tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru, pelan-pelan saja. Pun dengan olahraga, yang penting adalah istiqomah (konsisten), rutin,” ujar dia.
2. Menjaga berat badan
Dengan menjaga berat badan maka dapat membantu mengurangi risiko cedera lutut saat sedang berolahraga.
“Tips untuk mencegah cedera lutut salah satunya adalah dengan menjaga berat badan dan keseimbangan,” kata Andi.
3. Memperkuat otot inti tubuh
Andi juga menambahkan jika mengurangi potensi cedera otot bisa dilakukan dengan memperkuat otot inti tubuh.
“Perlu juga untuk kita melatih otot supaya kuat, memberikan impact (pada ketahanan tubuh) yang dibantu oleh otot,” imbuhnya.
4. Membangun program latihan secara bertahap
Olahraga yang baik merupakan olahraga yang dilakukan secara rutin. Program latihan juga perlu dibangun secara bertahap.
“Dengan dilakukan rutin, tubuh akan terbiasa dan akan terasa ringan, bahkan bisa membuat tidur kita menjadi enak. Perlu diingat, yang penting (olahraga) dilakukan rutin, bukan soal berat atau bebannya,” ujar Andi.
5. Memakai pelindung lutut ketika melakukan beberapa olahraga
6. Menjaga serta melatih keseimbangan tubuh
Setelah menerapkan berbagai cara tersebut, kita juga tetap harus waspada terhadap risiko cedera lutut. Jika hal itu terjadi, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diberikan pertolongan lebih lanjut.
Upaya Pertolongan
1. Ketika muncul keluhan saat sedang berolahraga
Andi menjelaskan jika saat berolahraga lalu muncul keluhan, maka sebaiknya beristirahat. Jika keluhan itu hilang, berarti kondisinya membaik.
Kendati demikian, jika setelah olahraga ada nyeri yang hilang dan muncul lagi, maka kondisi itu merupakan peringatan bahwa ada sesuatu yang belum sembuh.
“Jika sudah seperti itu, jangan tunggu lama. Itu (cedera) biasanya di grade sedang. Semua gejala yang ada dan tidak hilang, atau timbul tenggelam di lutut, harus diperiksakan dan diwaspadai. Apalagi kalau sakitnya terus menerus,” ujarnya.
2. Tidak semua cedera harus ditangani melalui operasi
Jika cederanya tergolong ringan seperti terkilir, biasanya akan sembuh sendiri. Namun, jika kondisinya cukup berat perlu segera bertemu tenaga professional.
“Lebih baik bertemu dokter di sport center, jangan dibiarkan agar cederanya tidak menjadi berat, dan kita malah menabung cedera di kemudian hari,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Wonosobo Pastikan Balon Udara Lebaran 2026 Wajib Ditambatkan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement








