5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Daging merah berprotein/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit usus buntu di Indonesia diderita banyak orang. Penyebab usus buntu cukup beragam, walaupun seringkali disalahkan, makanan sejatinya bukan penyebab langsung usus buntu.
Makanan yang menjadi pemicu usus buntu ketika dikonsumsi akan mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan munculnya rasa sakit perut hingga sembelit. Masalah pencernaan inilah yang menjadi sebab munculnya usus buntu.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Bulan Depan Trans Jogja Akan Diintegrasikan dengan KRL
Namun, masih ada cara untuk menghindari penyakit usus buntu, salah satunya tentu dengan menghindari pemicunya, yaitu makanan-makanan yang dapat memicu penyakit yang merupakan peradangan pada usus buntu atau apendiks ini.
Nuget, sosis dan bakso adalah olahan daging yang kerap kali disajikan saat sarapan. Selain karena anak-anak yang gemar dengan nuget, sosis dan bakso, tetapi juga karena penyajiannya yang relatif mudah. Namun ternyata tiga makanan kegemaran anak-anak ini justru menjadi makanan yang bisa memicu usus buntu. Kenapa bisa?
Tiga makanan ini mengandung serat yang cukup rendah, padahal serat dibutuhkan oleh sistem pencernaan agar bisa berfungsi dengan baik. Kekurangan serat ini dapat menimbulkan permasalahan pencernaan yang berujung pada usus buntu.
Selain olahan daging, buah kering juga memiliki kandungan serat yang rendah. Jika dikonsumsi dengan jumlah banyak dan relatif sering, akan menyebabkan timbulnya masalah pencernaan. Sebaiknya, konsumsi buah kering harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat yang tinggi.
Biji-bijian termasuk makanan yang dapat mengendap dalam usus, sebab merupakan makanan yang sulit dicerna. Makanan-makanan yang sulit dicerna inilah yang dapat mengendap dalam usus.
Jika terus menerus dibiarkan dan penumpukan bertambah akan mengeras dan menutupi rongga pada usus buntu. Hal inilah yang menimbulkan peradangan pada usus buntu.
Memasak daging merah harus benar-benar matang dan sebelumnya sudah dicuci bersih terlebih dahulu. Hal ini karena dalam tubuh sapi umumnya hidup cacing pita jenis Taenia atau cacing pita sapi. Dalam satu kasus di India, seseorang yang menderita penyakit usus buntu karena terkontaminasi cacing pita ini.
Membatasi atau bahkan menghindari makan yang mengandung pemanis buatan adalah salah satu cara untuk menghindari usus buntu. Karena makanan mengandung pemanis buatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan peradangan pada usus.
Selain makanan dengan pemanis buatan, makanan siap saji juga perlu dikurangi karena merupakan makan yang dapat menyebabkan usus buntu secara tidak langsung. Umumnya makanan cepat saji mengandung banyak lemak dan minim serat yang dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan. Hal ini dapat meningkatkan risiko usus buntu.
Sama dengan makanan cepat saji, minuman beralkohol juga merupakan penyebab usus buntu secara tidak langsung dan juga bisa meningkatkan risiko usu buntu. Sebab alkohol yang bersifat keras dapat melukai usus apalagi jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Produk olahan susu juga dapat sebabkan penyakit usus buntu. Karena produk olahan susu seperti keju umumnya tidak mudah dicerna. Maka mengonsumsi produk olahan susu tanpa dibarengi dengan konsumsi makanan berserat akan menimbulkan penumpukan di usus. Dan penumpukan ini dapat menimbulkan peradangan pada usus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kemenkes mencatat 2,3 juta anak Indonesia belum pernah imunisasi dalam tiga tahun terakhir. RI kini masuk enam besar dunia kasus zero dose.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.