Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Usus buntu/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Radang usus, penyakit yang disebabkan oleh peradangan dalam sistem pencernaan akibat terpapar virus ataupun bakteri ini cukup umum di Indonesia.
Kemenkes menyebutkan, menghirup udara kotor seperti polusi udara bisa jadi salah satu penyebab peradangan dalam saluran pencernaan.
Dilansir dari cdc dan myclavelandclinic, penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) merupakan sekelompok gangguan yang menyebabkan peradangan kronis seperti nyeri dan bengkak di usus. Ada dua jenis radang usus, penyakit crohn dan kolitis ulserativa yang mempengaruhi sistem pencernaan.
Penyebab seseorang terkena radang usus diantaranya adalah memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
Sistem kekebalan tubuh umumnya berfungsi sebagai pencegah infeksi. Ketika ada makanan, sistem kekebalan tubuh salah mengira itu adalah zat asing yang masuk, sehingga melepaskan antibodi berupa protein untuk melawannya. Hal ini menyebabkan radang usus.
Jika disekitar tempat tinggal ada orang dengan penyakit ini, maka risiko terpapar pun meningkat. Penyebab lain adalah kebiasaan merokok, stres, penggunaan obat-obatan hingga depresi juga dapat picu penyakit ini.
Gejala yang dapat didiagnosis sebagai radang usus umumnya meliputi:
● Sakit perut
● Diare yang datang silih berganti dengan sembelit ataupun keinginan buang air besar secara mendesak
● Gas dan kembung
● Nyeri sendi
● Mual dan muntah
● Ruam kulit dan luka (ulkus)
● Mengalami masalah pada penglihatan
Penanganan penyakit ini bergantung pada jenis dan gejala yang diderita. Ada beberapa obat yang dapat membantu mengatur peradangan agar tidak bergejala, seperti Aminosalicylates yang berfungsi sebagai antiinflamasi seperti sulfasalazine, mesalamine, atau balsalazide, obat-obat ini dapat meminimalkan iritasi pada usus.
Obat lain seperti antibiotik untuk mengobati infeksi serta abses, kortikosteroid seperti prednison yang menjaga sistem kekebalan tubuh, juga imunomodulator yang dapat menenangkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, obat-obat yang dijual di pasaran tanpa resep dokter juga dapat membantu menangani radang usus, seperti obat anti diare, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), juga vitamin dan suplemen seperti probiotik.
Pencegahan terbaik untuk penyakit adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat serta perubahan pola makan menjadi lebih baik. Berikut ini cara pencegahan radang usus:
● Mengelola stres dengan melakukan meditasi, mendengarkan musik ataupun berjalan-jalan
● Tidur yang cukup
● Aktivitas fisik yang cukup
● Kurangi mengonsumsi makanan yang dapat mengiritasi usus seperti makanan berserat tinggi, makanan berminyak atau mengandung susu
● Kurangi konsumsi kafein, makanan atau minuman berkarbonasi dan beralkohol
● Perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi
● Berhenti merokok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Sandy Walsh mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama peraih treble winner bersama Buriram United di musim 2025/2026 usai menjuarai Piala FA Thailand.
Arab Saudi resmi menerbitkan sertifikat haji digital 1447 H yang dapat diunduh melalui platform Kartu Nusuk dengan berbagai fitur digital terintegrasi untuk jem
Studi terbaru menunjukkan konsumsi telur secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen pada lansia. Simak penjelasan ilmiah dan kand
Google memperbarui mesin pencarinya dengan konsep AI baru bernama Intelligent Search Box yang mendukung percakapan, gambar, dan dokumen, menandai era baru penca
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.