15.945 Siswa Rasakan Manfaat Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Seniman Boyolali, Abah Lala, pencipta lagu Ojo Dibandingke/Instagram @ abahlalareal
Harianjogja.com, BOYOLALI-Lagu Bahasa Jawa dengan judul "Ojo Dibandingke" tengah viral di sejumlah media sosial, khususnya TikTok.
Konsep baru lagu Ojo Dibandingke (penulisan yang tepat dalam Bahasa Jawa, Aja Dibandingke) yang dinyanyikan Denny Caknan dan Abah Lala bahkan telah ditonton lebih dari 18 juta kali di kanal YouTube DC. PRODUCTION, Jumat (22/7/2022).
Nama dan suara Denny Caknan memang tak bisa lepas dari populernya lagu tersebut. Namun, apakah lagu Ojo Dibandingke juga diciptakan oleh penyanyi dan pencipta lagu Bahasa Jawa Denny Caknan?
Berdasarkan penelusuran Solopos.com, lagu Ojo Dibandingke merupakan ciptaan seniman asal Musuk, Boyolali dengan panggung Abah Lala. Pemilik nama lengkap Agus Purwanto ini lahir di Boyolali.
Kariernya sebagai seniman diawali dari genre dangdut sejak 2009. Pada mulanya Abah Lala berkarier sebagai Seniman Gedruk (tarian tradisional Boyolali).
Selain menjadi penari Gedruk, ia juga menjadi penyanyi di Group Gedruknya yang bernama Saleho. Abah Lala menjadi ketua Saleho hingga membawa grup tersebut sampai ke Mancanegara.
Abah Lala pernah mendirikan Orkes Melayu atau OM yang diberi nama MG 86. Personel MG 86 terdiri atas mantan tenaga kerja indonesia (TKI) dan petani ladang.
Dilansir dari kanal YouTube pribadinya bernama Abah Lala Official, sekitar 2018 lalu Abah Lala mencetuskan jargon atau senggakan cendhol dhawet. Jargon tersebut menjadikan dirinya naik daun hingga menambah jadwal manggung di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Jargon cendhol dhawet sukses hingga membuat namanya kian dikenal. Abah Lala kemudian merilis lagu dengan judul Gede Roso yang diselipkan jargon cendol dawet.
Nama Abah Lala berawal dari kejadian erupsi Merapi. Saat berkomunikasi dengan menggunakan HT, dirinya menggunakan panggilan Lala yang mengacu pada salah satu anggota serial TV tahun 2000an yakni Teletubbies.
Nama tersebut kemudian ia pakai untuk nama panggung atas saran dari salah satu temannya. Abah Lala sempat hidup dalam bersusah payah, namun setelah menciptakan lagu yang berjudul Wong Edan Kui Bebas, namanya kian dikenal dan naik daun.
Sementara, lagu Ojo Dibandingke dia rilis dua bulan lalu di kanal YouTube pribadi Abah Lala Official. Lagu tersebut sampai saat ini ditonton lebih dari 750.000 netizen.
Lagu Ojo Dibandingke diciptakan oleh Abah Lala kemudian disutradarai Agus Purwanto. Video klip lagu tersebut dibuat dengan latar Kota Boyolali.
Sebulan kemudian, Abah Lala berduet dengan penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan di kanal YouTube DC Production. Duet dengan aransemen baru itu sempat trending satu di kanal YouTube Indonesia.
Duet tersebut saat ini masih berada di posisi ke-14 YouTube Indonesia. Selanjutnya, lagu versi duet dengan Denny Caknan viral di sejumlah medsos sampai hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.