Tragis, Ini Kronologi Tewasnya 2 Calon Manajer KDMP Dilatih Militer
Dua peserta SPPI meninggal saat mengikuti Latsarmil Kemenhan. Berikut kronologi, penyebab kematian, dan langkah evaluasi yang dilakukan.
Seniman Boyolali, Abah Lala, pencipta lagu Ojo Dibandingke/Instagram @ abahlalareal
Harianjogja.com, BOYOLALI-Lagu Bahasa Jawa dengan judul "Ojo Dibandingke" tengah viral di sejumlah media sosial, khususnya TikTok.
Konsep baru lagu Ojo Dibandingke (penulisan yang tepat dalam Bahasa Jawa, Aja Dibandingke) yang dinyanyikan Denny Caknan dan Abah Lala bahkan telah ditonton lebih dari 18 juta kali di kanal YouTube DC. PRODUCTION, Jumat (22/7/2022).
Nama dan suara Denny Caknan memang tak bisa lepas dari populernya lagu tersebut. Namun, apakah lagu Ojo Dibandingke juga diciptakan oleh penyanyi dan pencipta lagu Bahasa Jawa Denny Caknan?
Berdasarkan penelusuran Solopos.com, lagu Ojo Dibandingke merupakan ciptaan seniman asal Musuk, Boyolali dengan panggung Abah Lala. Pemilik nama lengkap Agus Purwanto ini lahir di Boyolali.
Kariernya sebagai seniman diawali dari genre dangdut sejak 2009. Pada mulanya Abah Lala berkarier sebagai Seniman Gedruk (tarian tradisional Boyolali).
Selain menjadi penari Gedruk, ia juga menjadi penyanyi di Group Gedruknya yang bernama Saleho. Abah Lala menjadi ketua Saleho hingga membawa grup tersebut sampai ke Mancanegara.
Abah Lala pernah mendirikan Orkes Melayu atau OM yang diberi nama MG 86. Personel MG 86 terdiri atas mantan tenaga kerja indonesia (TKI) dan petani ladang.
Dilansir dari kanal YouTube pribadinya bernama Abah Lala Official, sekitar 2018 lalu Abah Lala mencetuskan jargon atau senggakan cendhol dhawet. Jargon tersebut menjadikan dirinya naik daun hingga menambah jadwal manggung di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Jargon cendhol dhawet sukses hingga membuat namanya kian dikenal. Abah Lala kemudian merilis lagu dengan judul Gede Roso yang diselipkan jargon cendol dawet.
Nama Abah Lala berawal dari kejadian erupsi Merapi. Saat berkomunikasi dengan menggunakan HT, dirinya menggunakan panggilan Lala yang mengacu pada salah satu anggota serial TV tahun 2000an yakni Teletubbies.
Nama tersebut kemudian ia pakai untuk nama panggung atas saran dari salah satu temannya. Abah Lala sempat hidup dalam bersusah payah, namun setelah menciptakan lagu yang berjudul Wong Edan Kui Bebas, namanya kian dikenal dan naik daun.
Sementara, lagu Ojo Dibandingke dia rilis dua bulan lalu di kanal YouTube pribadi Abah Lala Official. Lagu tersebut sampai saat ini ditonton lebih dari 750.000 netizen.
Lagu Ojo Dibandingke diciptakan oleh Abah Lala kemudian disutradarai Agus Purwanto. Video klip lagu tersebut dibuat dengan latar Kota Boyolali.
Sebulan kemudian, Abah Lala berduet dengan penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan di kanal YouTube DC Production. Duet dengan aransemen baru itu sempat trending satu di kanal YouTube Indonesia.
Duet tersebut saat ini masih berada di posisi ke-14 YouTube Indonesia. Selanjutnya, lagu versi duet dengan Denny Caknan viral di sejumlah medsos sampai hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Dua peserta SPPI meninggal saat mengikuti Latsarmil Kemenhan. Berikut kronologi, penyebab kematian, dan langkah evaluasi yang dilakukan.
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Dugaan uang Rp20 juta ke oknum BEM UBK memicu kecaman alumni. IKA UBK mendesak sanksi tegas dan klarifikasi terbuka kepada publik.
Pemulihan aset Kejagung tembus Rp19,6 triliun pada 2025. BPA terus memburu aset koruptor dan mengelola ribuan aset rampasan negara.
Kemenkeu mulai mengembalikan dana SAL Rp300 triliun yang ditempatkan di Himbara ke Bank Indonesia secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan.