Veda Ega Terlempar dari Zona Poin Moto3 Aragon 2026
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JAKARTA-Tes rapid antigen masih menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan tes Covid-19 di Indonesia. Banyak jenis rapid antigen, salah satunya metode bioquick antigen.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun perlu melakukan rapid antigen. Baik untuk tracing Covid-19 maupun keperluan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Nah, bioquick antigen ini diklaim nyaman untuk anak-anak loh. Penggunaannya pun simpel, yakni dengan usap hidung invasif minimal atau usap nasofaring yang begitu fleksibilitas. Untuk hasilnya pun didapat dalam waktu 15 menit.
Hal ini sangatlah memudahkan bagi para tenaga kesehatan dalam membantu orang-orang untuk mengetahui hasil tes secara fleksibel. "Walaupun saat ini cakupan vaksin semakin luas di Indonesia, kita tahu bahwa virus varian baru terus bermunculan dan kekebalan berkurang dari waktu ke waktu, itulah sebabnya tes rapid buatan lokal," ujar Divisional Vice President Abbot Rapid Sanjeev Johar dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Terduga Pemerkosa 3 Mahasiswi UMY Menyerang Balik, Ancam Lapor Polisi
Dalam evaluasi klinis yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, tes rapid antigen bioquick dapat mengidentifikasi 98,1% spesimen positif dan 99,8% spesimen negatif dengan benar.
Semua sampel dikonfirmasi negatif atau positif dengan tes RT-PCR (usap hidung) yang disetujui. "Informasi kesehatan real-time untuk membantu mengurangi penyebaran virus. Tes rapid memungkinkan seseorang mengetahui status infeksi mereka pada saat yang paling penting," tambahnya.
Sementara untuk pemantauan mutasi Covid-19 secara seksama, alat tesnya juga telah analisis menyeluruh terhadap Covid-19 varian baru, termasuk varian Delta.
Artikel ini telah tayang di Okezone dengan judul "Makin Canggih, Tes Antigen Bisa Terlihat dalam 15 Menit Saja Loh"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Kemarau panjang membuat pasokan ikan gabus di Kulonprogo anjlok dari 20-25 kg menjadi 5 kg per minggu. Pengepul terpaksa cari pasokan luar daerah.
Lomba wiru jarik dan permainan dakon digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8/2026).
PSIM Jogja menghadirkan season pass untuk 17 laga kandang Super League 2026/2027, dengan harga mulai Rp925.000.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.