Update Gunung Anak Krakatau 10 September: Masih Erupsi, Status Level III
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Banyak orang tidak menyadari bahwa cara keramas yang mereka lakukan selama ini ternyata salah dan berisiko terhadap masalah rambut seperti ketombe, kulit kepala gatal, kulit merah, dan ruam.
Itu sebabnya penting sekali untuk menerapkan cara keramas yang tepat guna menjaga kesehatan rambut. Karena alasan itu juga, Anda perlu selektif dalam memilih shampo.
Ada empat risiko yang terjadi bila salah memakai shampo atau bahkan keramas tanpa hati-hati. Dikutip dari NSSG Club, berikut ulasan lengkapnya.
1. Tidak Menyisir Rambut Sebelumnya
Kesalahan yang sering terjadi saat keramas adalah tidak menyisir rambut sebelumnya. Sehingga dampaknya, rambut mengalami masalah kerontokan.
2. Menggunakan Produk yang Sama
Menggunakan shampo yang sama, tentu tidak ada salahnya. Tetapi para ahli mengatakan, akan lebih baik bila mengganti produk shampo setiap dua bulan. Jika tidak diganti, ini bisa menyebabkan masalah pada rambut salah satunya kerusakan rambut.
3. Terlalu Banyak Memakai Shampo
Ada yang mengatakan memakai shampo yang banyak, bisa menyehatkan dan menjaga rambut tetap bersih dan wangi. Ternyata sebaliknya, terlalu banyak menggunakan shampo justru akan merusak rambut Anda.
4. Keramas Menggunakan Air Terlalu Panas
Meski mandi air panas menjadi cara yang tepat untuk menghangatkan badan. Tapi bila air yang digunakan terlalu panas, apalagi saat sedang keramas, hal itu bisa menyebabkan masalah di rambut. Salah satunya rontok dan rambut kering.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.
Jenazah Wili Mbuik, ASN korban penembakan di Muliama, Jayawijaya, dievakuasi ke Jayapura sebelum diterbangkan ke Kupang.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan perjalanan UT sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan ja
ebanyak 1.005 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengikuti kegiatan Maba
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.