Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Pedagang merapikan telur di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA-Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA – Radang sendi atau arthritis merupakan kondisi peradangan salah satu atau lebih sendi, menyebabkan nyeri dan kekakuan yang dapat memburuk seiring bertambahnya usia. Meskipun ada lebih dari 100 jenis radang sendi, osteoartritis dan rheumatoid arthritis (RA) yang paling umum.
Osteoarthritis adalah kondisi degeneratif di mana tulang rawan di persendian Anda berubah seiring waktu, menyebabkan rasa sakit dan mengurangi mobilitas. RA adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sendi yang sehat.
Penyebab radang sendi bervariasi tergantung pada jenisnya. Misalnya, osteoarthritis dapat disebabkan oleh penuaan, trauma sendi, dan obesitas, sedangkan RA disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa perubahan pola makan dapat membantu meringankan gejala radang sendi.
Bisakah telur memperburuk gejala radang sendi? Melansir Healthline, Selasa (2/11/2021), apakah telur dapat memperburuk gejala radang sendi mungkin tergantung pada alergi atau intoleransi.
Baca juga: Joy Tobing Dipuji Suami saat Pakai Busana Pengantin Solo Putri
Asam arakidonat yang ditemukan dalam kuning telur dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Namun, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menghilangkan telur dari diet Anda akan mencegah perkembangan radang sendi atau memperbaiki gejalanya.
Sebaliknya, telur telah terbukti mengandung senyawa yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi. Untuk alasan ini, makan dua telur per minggu sebagai bagian dari diet seimbang dianjurkan untuk kebanyakan orang dewasa, termasuk mereka yang menderita radang sendi.
Sebuah penelitian pada 150 orang, 50 diantaranya memiliki RA, menemukan bahwa diet Barat yang tinggi dalam biji-bijian olahan, daging merah, dan makanan olahan meningkatkan risiko kondisi tersebut, sementara diet seimbang termasuk biji-bijian, telur, buah-buahan, dan sayuran menurunkan risiko.
Selama bertahun-tahun, makan telur telah menjadi kontroversi, karena memiliki sifat anti dan pro-inflamasi. Karena radang sendi melibatkan peradangan sendi, beberapa orang percaya bahwa menghilangkan makanan dengan sifat pro-inflamasi, seperti telur, dapat meringankan gejalanya
Selain itu, telur mengandung kolesterol, sejenis lemak yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Namun, ini biasanya hanya terlihat pada individu dengan resistensi insulin atau kondisi metabolisme lainnya.
Secara keseluruhan, penelitian khusus tentang efek telur pada peradangan dan gejala radang sendi masih terbatas.
Jika Anda menderita radang sendi dan tidak memiliki intoleransi terhadap telur, Anda tidak perlu menghindari memakannya secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang. Mereka padat nutrisi dan dapat membantu Anda mengatur berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung dan mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
10 rekomendasi mobil bekas untuk perempuan, dari Brio, Yaris, Jazz hingga Raize, dengan pilihan harga dan keunggulan masing-masing.
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Widow’s Bay memenangkan Serial Komedi Terbaik Emmy 2026 dan total meraih 14 piala setelah sebelumnya menang delapan kali di Creative Arts Emmys.
Tujuh tim masih sempurna di liga elite Eropa 2026/2027. Ada Barcelona, Arsenal, Man City, Inter, Roma, Dortmund, dan Freiburg.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.