Advertisement
Dampak Buruk Menjahili Anak Pakai Filter Instagram, Bisa Picu Masalah Mental
Filter Instaram. - Ist/ instagram.com samanta.elsener
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Gadget menjadi salah satu sarana bermain anak. Salah satunya bisa digunakan untuk bermain karakter melalui ffilter. Fitur filter instagram memang muncul sangat beragam. Mulai dari bikin cantik sampai membuat wajah menjadi aneh.
Belakangan banyak orangtua yang menggunakan filter kuda (horse morph) untuk melihat reaksi anak-anak mereka.
Advertisement
Reaksi anak mungkin terlihat menggemaskan dan menghibur, namun penggunaan filter ini unutuk menjahili anak Anda malah bisa timbulkan masalah kesehatan mental anak nantinya.
Menurut Psikolog Samanta Elsener dalam akun Instagramnya menyatakan bahwa filter ini akan menyenangkan jika anak Anda sudah memahaminya. Namun banyak anak yang menangis karena takut dengan filter tersebut.
Baca juga: Keseringan Main Game Bisa Berdampak Susah Tidur, Ini Cara Mengatasinya
"Parents, anak-anak tiap usia ada perkembangannya sendiri, termasuk perkembangan kognitif anak itu beda tiap usia sehingga enggak bisa disamakan," catat Elsener.
"Kalau anak yang masih batita belum bisa paham dengan konsep filter, ya bisa histeris dengan layar yang mendadak mengubah bentuk wajah orangtuanya," imbuhnya.
Saat anak-anak belum paham dengan filter, kondisi terburuknya mereka bisa mengalami trauma karena ketakutan.
"Beberapa video yang ku lihat ada yang anaknya jadi nangis histeris karena meyakini itu benaran akhirnya efeknya jadi trauma lho bahkan ada beberapa yang DM aku menceritakan hal ini dialami oleh anaknya sendiri," imbuhnya.
Baca juga: Anak Perlu Didampingi Jelang Menstruasi, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua
Melansir dari Lifestyle, menakuti anak memang tak sekadar bisa bikin nangis, namun juga pengaruhi masalah kesehatan mental.
"Menanamkan rasa takut yang tidak semestinya pada anak-anak dapat menyebabkan luka psikologis yang merusak dalam jangka panjang," kata Dr. Bess de Guia, anggota dari Fakultas Kedokteran Universitas Santo Tomas (UST) di The Medical City (TMC).
"Ketakutan seperti itu mungkin menjadi akar penyebab masalah seperti gangguan stres pasca-trauma, serangan panik, dan gangguan kecemasan, efek psikologis yang umum adalah reaksi fobia kronis yang dapat meluas hingga remaja dan seterusnya," tambah Dr. Nina Halili-Jao, seorang psikiater anak dari TMC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kopilot F-15 AS Dievakuasi ke Kuwait Usai Ditembak Jatuh di Iran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement








