13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia hiburan diramaikan dengan kabar Ashanty yang saat ini sedang mengalami Covid-19, padahal dia rutin melakukan swab PCR setiap minggu.
Berita tersebut menimbulkan kebingungan di masyarakat mengapa orang yang sudah rutin melakukan PCR setiap minggu masih bisa terkena Covid-19.
Jadi sebetulnya rutin swab PCR atau antigen itu bermanfaat gak sih?
Menurut dr. Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University swab PCR hanya menunjukkan status terinfeksi pada saat pemeriksaan dilakukan. PCR mendeteksi keberadaan materi gentik virus penyebab covid-19 pada sampel swab. Hasil positif atau negative hanya menandakan kondisi saat diswab, bukan meramalkan kondisi terinfeksi di masa depan.
Bisa saja, Anda baru tertular covid-19 beberapa saat atau beberapa jam setelah swab dilakukan. Risiko false negative PCR yakni sebesar kurang lebih 2,30 persen, sedangkan sensivitas PCR sebanyak kurang lebih 70,98 persen.
Menurutnya, false negatif dapat terjadi karena sebagai berikut:
1. Tes PCR dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat
2. Masalah teknis sejak Swab hingga proses di laboratorium
Hasil PCR negative tidak 100 persen menandakan seseorang sedang tidak terinfeksi covid-19 pada saat pemeriksaan dilakukan.
Menurutnya, hasil PCR negative juga tidak berarti kita tidak akan bebas covid-19 selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, hasil PCR negative tidak 100 persen menandakan seseorang tidak terkena covid-19. PCR hanya menunjukkan kondisi terinfkesi pada saat swab dilakukan.
Hasil PCR negative tidak menandakan atau meramalkan seseorang akan bebas dari Covid-19 untuk periode tertentu.
Dia juga memaparkan PCR negative tidak mencegah dari terkena covid-19.
“PCR adalah alat diagnosisi covid-19, bukan untuk metode pencegahan. Hasil PCR Negatif tidak mencegah seseorang dari terken covid-19,” ujarnya dikutip dari akun instagramnya.
Adam memaparkan memeriksa PCR secara rutin di daerah dengan risiko tinggi, dapat menurunkan penularan covid-19 dan berpotensi membantu mengontrol pandemi. Tapi, tidak semua orang mampu melakukan PCR secara rutin karena terkendala biaya.
Bila pemeriksaan rutin PCR rutin dapat dilakukan, terutama bagi orang yang berisiko secara kondisi atau lingkungannya, maka bisa sangat bermanfaat untuk mengontrol pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.