Advertisement
10 Kalimat Paling Menjengkelkan Dalam Rapat Jarak Jauh
Zoom telah menetapkan rencana 90 hari untuk memperbaiki masalah keamanan. Sementara ini Zoom menghadapi lonjakan trafik tiga puluh kali lipat dan membutuhkan daya komputasi yang lebih besar. REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 membuat sistem kerja menjadi baru, terlebih dalam hal pertemuan. Dengan era work from home (WFH) yang belum menunjukkan adanya tanda-tanda selesai, conference call akan terus menjadi media komunikasi andalan.
Video call atau panggilan video menjadi semakin lazim dilakukan selama pandemi, memungkinkan tim dan divisi untuk melakukan bisnis dari jarak jauh. Penting bagi peserta rapat untuk menampilkan diri mereka secara profesional selama rapat jarak jauh.
Advertisement
Terlepas dari kebutuhan profesionalitas dalam setiap conference call tatap muka, momen canggung selalu ada.
Dilansir melalui Small Business Trend, Kamis (13/10/2020), sebuah survei yang dilakukan oleh Easy Offices mencatat beberapa frasa paling menjengkelkan sering dikatakan selama conference call berlangsung.
Survei tersebut menanyakan 1.000 pekerja jarak jauh frasa apa yang paling mereka tidak disukai dan paling menjengkelkan ketika berpartisipasi dalam conference call.
- "Saya perlu melakukan panggilan lain."
Ini masuk akal mengapa seseorang menyatakan mereka perlu "melompat pada panggilan lain” mungkin dianggap kasar.
- "Audio Anda masih dalam keadaan mute."
Anda mungkin tahu bahwa Anda dalam mode bisu dan tidak perlu diberitahu demikian.
- “Kami kehilanganmu sebentar tadi.”
Sekali lagi, menyatakan hal yang jelas tentang kendala panggilan jarak jauh dianggap merendahkan dan menjengkelkan.
- “Apakah semuanya sudah hadir?”
Terdengar seperti seorang guru yang berbicara di kelas taman kanak-kanak…
- “Dapatkah Anda melihat layar saya?”
Pertanyaan lain yang biasa digunakan dan mengganggu di video call.
- “Bisakah semua orang menggunakan mode bisu?"
Satu lagi yang sedikit menjengkelkan.
- "Sebaiknya kita bahas ini secara offline."
Atau bisakah kita memperpanjang durasi rapat dan menyelesaikan masalah ini sekarang sehingga tidak perlu dibahas lagi nanti?
- "Karena waktunya hanya tinggal beberapa menit lagi..."
Jika hanya ada beberapa menit tersisa, mengapa tidak mengakhiri rapat dengan cara yang proaktif daripada menyatakan fakta yang sudah diketahui semua orang?
- "Feedbacknya buruk sekali.”
Gangguan yang disebabkan oleh feedback itu...sudah jelas mengganggu, jadi tidak perlu menyampaikannya lagi ke seluruh peserta rapat.
- "Saya harus undur diri tepat pada pukul sekian."
Dengan kata lain, rapat harus diakhiri tidak peduli apakah masalahnya sudah selesai atau belum rampung dibahas.
Bukankah akan lebih efektif untuk memperpanjang durasi rapat atau mengatur rapat lain untuk memastikan tidak ada yang terlewat? Frasa ini juga dianggap tidak menghargai waktu para peserta rapat lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








