Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
090
Mata sang wiku terbelalak kaget. Mulutnya seperti merintih atau menangis atau keduanya. Dinar menggerakkan tubuhnya. Ia terbebas dari kekuatan mukjizat. Cundrik dibuang ke sudut; tangannya dengan seluruh kekuatan memukul kepala reca Batara Kala.
“Darrr!” Kepala rupang hancur berkeping-keping. Dari perut reca yang besar terdengar bunyi gemuruh seperti gunung berapi erupsi. Dinar tanggap sasmita. Tubuhnya mencelat keluar dan tepat kakinya menginjak tanah di luar barung-barung saat itu pula arca Batara Kala meledak.
“Blaaarrr!”
Pondok hancur lebur, atapnya terbang, dinding bambu luluh lantak. Wiku Suragati pun terlempar berguling-guling. Mulutnya mengerang kesakitan. Namun ia memang kebal, sehingga hanya lecet-lecet. Dengan satu lengan yang masih normal, ia memegang erat tongkat hitamnya. Lengan kirinya remuk; parasnya pasi; tapi sorot matanya beringas. Ia memandang Dinar dengan murka; dendam; berduka; juga miris ketika musuh menghampiri sambil tersenyum dingin.
“Dukun lepus, engkau belum mampus? Bagus. Mari kita tuntaskan!”
Pupus sudah harapan Wiku Suragati. Ia gentar sekaligus bingung tidak tahu harus berbuat apa; akhirnya mata gelap. Sambil menggereng keras, ia menubruk dan tongkatnya menghantam. Dinar memandang tenang; ia menunggu sampai toya dekat, kemudian tubuhnya dimiringkan dan kakinya digeser maju ke samping; tangan kanannya menyambar dan …
“Desss!”
Lengan kanan Wiku Suragati terpukul dari samping. Tongkat bututnya terlempar masuk semak-semak. Kemudian tamparan tangan kiri Dinar disertai lambaran aji Rog-rog Asem tepat mengenai kepalanya. Wiku Suragati terpekik ngeri. Tangan kanan memegangi kepala, dan napas kakek uzur itu kembang kempis. Ia merangkak duduk. Berusaha bangkit, namun tidak kuat, dan ambruk terduduk.
“Keparat engkau Dinar. Bunuh aku kalau engkau jantan.”
Dinar tersenyum. Ia bukan pendendam. Begawan Sempani tidak pernah mengajarkan itu. Namun menurutnya kelakuan Wiku Suragati sangat keterlaluan dan di luar batas kemanusiaan.
“Pendeta palsu. Engkau harus merasakan sendiri bagaimana seseorang menderita akibat perbuatan terkutukmu,” Dinar mengambil sekepal tanah liat; diremas-remas agar lunak; sambil memandangi lawannya dengan mulut tersenyum.
Wiku Suragati melihat dengan mata ketakutan.
“Apa, apa yang akan engkau lakukan?”
“Apa yang akan aku lakukan? Dukun lepus, masih perlukah engkau bertanya? Tentu aku akan melakukan hal sama sebagaimana engkau perbuat terhadap Pranacitra; Lurah Branjangan; para perwira Tembayat; dan juga engkau lakukan terhadap istriku.”
“Hik hik hik, Dinar, hik hik hik,” Wiku Suragati terkekeh untuk menutupi rasa ngeri.
“Engkau masih sempat tertawa?”
“Hik hik hik. Bocah kemaren sore, mana mungkin engkau mampu seperti aku?”
“Engkau ragu, atau takut?”
“Lakukan semaumu. Aku tidak pernah takut terhadap siapapun.”
Dinar diam. Ia bersila berhadap-hadapan dengan Wiku Suragati dalam jarak lima meter. Tanah lempung itu dikepal-kepal lalu dibuat menyerupai boneka. Beberapa kali matanya melihat Wiku Suragati untuk dipatut-patutkan dengan anak-anakan yang dibuatnya. Setelah dirasa cukup, Dinar melompat ke arah sang wiku yang berteriak kesakitan karena segumpal rambutnya dicabut paksa oleh Dinar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur Iduladha 2026 dan Hari Lahir Pancasila untuk antisipasi lonjakan penumpang.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.