Ekspor Manufaktur Dibidik Naik 30 Persen, Kemenperin Jaga Pasar
Kemenperin menargetkan porsi ekspor manufaktur naik menjadi 30 persen dengan tetap menjaga pasar domestik sebagai penggerak utama industri nasional.
Nia Ramadhani. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA – Artis sekaligus istri dari pengusaha Ardi Bakrie, Nia Ramadhani kembali bikin heboh. Kali ini, Nia mengungkapkan dirinya tak mengetahui bentuk buah markisa.
Hal itu terungkap saat Nia menjadi bintang tamu di channel YouTube Vidi Aldiano. Awalnya, Vidi menantang Nia untuk bermain game \'Siapa Cerdas Dia Cermat".
Di tengah permainan, keduanya harus menyebutkan sayur dengan huruf awalan M. Namun Nia dan Vidi tampak kesulitan menyebutkannya.
Baca juga: Ruben Onsu Ikut Tanggapi Kabar Retaknya Hubungan Jessica Iskandar dan Richard Kyle
"Yah susah dong," kata Nia.
Kemudian, tim kreatif Vidi mencoba untuk memberikan pilihan dengan buah atau sayur. Nia pun kemudian menjawab, "Markisa."
Namun yang membuat kaget, ia mengungkap bahwa dirinya tak tahu bentuk buah tersebut.
"Yang kaya gimana ya bentuknya," kata Nia.
Baca juga: Hasil Studi Membuktikan Cokelat Baik Untuk Kesehatan Jantung
Hal tersebut pun mengundang tawa Vidi dan timnya. Tak hanya itu, dalam video tersebut Nia juga mengungkap beberapa hal yang tak banyak diketahui masyarakat. Ternyata, dia pernah bermain dalam sinetron Saras 008 sebagai pemain pendukung dan penari latar Trio Kwek Kwek.
Sebelumnya, Nia Ramadhani juga membuat heboh ketika mengaku tak bisa mengupas buah salak. Banyak netizen yang lantas membuat meme dan membuat tutorial cara mengupas buah salak.
Berita ini sudah ditayangkan di Okezone dengan judul Tak Tahu Buah Markisa, Nia Ramadhani: Bentuknya Kayak Gimana?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kemenperin menargetkan porsi ekspor manufaktur naik menjadi 30 persen dengan tetap menjaga pasar domestik sebagai penggerak utama industri nasional.
Bank Jateng terus konsisten menunjukkan komitmennya sebagai motor penggerak perekonomian daerah.
Pemkab Banyumas mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) melalui pendataan, pendampingan, dan aplikasi Sipatas untuk memastikan seluruh anak kembali ke p
Sebagai wujud nyata dedikasi dalam membangun daerah, Bank Jateng terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.
Overthinking dapat mengganggu kualitas hidup dan tidur. Berikut 9 langkah sederhana untuk menenangkan pikiran dan mengurangi berpikir berlebihan.
Bank Jateng menyetor dividen Rp9,07 miliar ke Pemkab Rembang dan menyiapkan percepatan digitalisasi TPI serta UMKM.