Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Pangeran Arumbinang seorang dengan jam terbang tinggi menghadapi perempuan. Gerak gerik Nimas yang kenes dan kadang mengerling tajam sudah membuatnya paham, bahwa anak panah yang ia lepas sudah mengenai sasaran. Justru itu sang pangeran tidak tergesa-gesa. Kalem.
“Kangmas Demang, aku ingin belajar bonang dan gender, juga pengendangnya menurut aku benar-benar luar biasa. Di istana para penabuh tidak sehebat di Tembayat. Kangmas Demang mengizinkan aku berguru dengan mereka, seniman-seniman dahsyat itu?”
“Apa? Dimas ingin mendalami seni karawitan?” Demang Suradipa di dalam hati tertawa. Pangeran goblok, batinnya, lebih menikmati gamelan daripada tarian selirnya.
“Silakan Dimas, silakan,” Ki Suradipa mengantar Pangeran Arumbinang di tempat para wiyaga. Semua gerak sang pangeran tidak lepas dari pengamatan Nimas Lembah, dan ia memuji kecerdikan Pangeran Arumbinang. Dengan lesehan berbaur para pradangga, Nimas dapat bebas memandang sang pangeran karena tempat itu berseberangan dengan dampar suaminya. Ketika ia memutar tubuh dan menghadap pangeran, Nimas praktis membokongi Demang Suradipa. Lalu?!
Demang tua itu tidak merasakan kejanggalan, mengapa Nimas menarinya terlalu banyak menghadap Pangeran Arumbinang, sedangkan ia sendiri, suaminya, hanya melihat megal-megol bokong selirnya yang bagaimanapun tetap membangkitkan libido. Sementara itu, Nimas dan sang pangeran saling mengirim “sonar” yang hanya dipahami oleh mereka berdua. Tamu beroleh dada, tuan rumah “hanya” dapat brutu, namun Ki Suradipa terlalu songong memahami hal ini.
Para penabuh, seniman-seniman lokal, merasa mendapat kehormatan besar sekali karena dikagumi oleh seorang pangeran. Mereka juga berharap, siapa tahu, Pangeran Arumbinang yang ramah itu berkenan memboyong ke kota raja. Mereka mengerahkan keahlian menabuh gamelan sebaik-baiknya, dan tidak menyadari sang pangeran dan Nimas Lembah saling senyum mesum.
“Ki sanak, aku kagum sekali dengan penabuh kendang itu. Siapa namanya?” Pangeran Arumbinang menunjuk wiyaga paling “senior” di antara mereka, berusia enam puluhan.
“Namanya Pardiman, Gusti Pangeran,” jawab Wahyana Giri, penabuh gender, geragapan.
Sang pangeran beringsut. Setapak ia mundur, lalu setapak lagi geser kanan, geser sedikit lagi, dan tidak kentara Pangeran Arumbinang duduk di sebelah kiri pengendang Pardiman.
“Seniman macam panjenengan ini sepantasnya menjadi wiyaga di istana rama prabu. Di kademangan ini, Ki Pardiman tidak bisa mengembangkan bakatmu yang luar biasa,” Pangeran Arumbinang memuji-muji pengendang tua itu yang menunduk dengan muka berseri-seri. Kedua tangan Ki Pardiman menggigil, entah bungah entah resah, sehingga sejenak irama kendang jadi kacau. Pangeran Arumbinang jeli menangkap perubahan ini. Ia pelan-pelan bergeser menjauh.
Rampung “pentas” Nimas buru-buru masuk ke kamar mewahnya. Pangeran Arumbinang berbicara serius kepada Demang Suradipa ingin belajar menabuh kendang dari ketua rombongan penabuh itu, siapa lagi kalau bukan Ki Pardiman Djojonegoro.
“Silakan Dimas Pangeran,” kata Ki Demang yang langsung memerintahkan pengendang itu untuk melayani sebaik-baiknya.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 034
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.