Toyota Hadirkan Land Cruiser Hybrid di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya
Toyota memperkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS 2026 dengan tenaga 457 HP, torsi 790 Nm, dan teknologi hybrid terbaru.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Melakukan hubungan seks adalah aktivitas yang biasa dilakukan pasangan resmi, termasuk mereka yang telah memiliki anak. Tertangkap basah oleh anak saat tengah berhubungan seks tentu membuat banyak orangtua bingung merespon. Terlebih diskusi soal seks seringkali tabu di tengah masyarakat.
Lalu apa yang sebenarnya bisa dilakukan saat anak melihat kita tengah melakukan hubungan seks di atas ranjang?
"Saya pikir banyak tergantung pada apa yang sebenarnya dilihat anak itu, seiring dengan usia mereka," kata Sara Dimerman, seorang psikolog terdaftar dan ahli pengasuhan anak yang berbasis di Toronto.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini Mitos dan Fakta tentang Vaksin Anak
Dilansir dari Global News, saat seorang anak berusia tiga atau empat tahun dan melihat beberapa gerakan di balik selimut, mereka mungkin tidak menyadari bahwa orangtua tengah berhubungan seks.
Akan tetapi, jika menyangkut anak yang lebih besar atau remaja, banyak hal bisa menjadi rumit. Mungkin mereka menganggap hal itu menjijikkan dan memalukan.
Dimerman mengatakan orang tua harus mengambil isyarat dari reaksi anak mereka, dan merespons dengan tepat. Jika seorang anak terlalu muda untuk menyadari apa yang baru saja mereka lihat, atau tampaknya tidak menyadari situasinya, orang tua dapat "hanya menanggapi kebutuhan anak tanpa membuat masalah besar," kata Dimerman.
Baca juga: Tak Hanya Dokter di Banguntapan, Tenaga Kesehatan Asal Bambanglipuro Juga Terinfeksi Corona
Tetapi jika seorang anak ketakutan atau lari setelah melihat orang tua mereka berhubungan seks, penting untuk berbicara dengan mereka dengan cepat.
"Orang tua mungkin mengatakan sesuatu seperti,‘ Aku tahu itu mengejutkanmu melihat kami telanjang di tempat tidur bersama dan menjadi intim, \'" kata Dimerman.
“Kemudian, yakinkan perasaan [mereka] dengan:‘ Selalu canggung dan tidak nyaman melihat orangtua yang berhubungan seks, dan itulah sebabnya pintu kami tertutup; karena seks adalah sesuatu yang pribadi. Tetapi kami ingin kamu tahu bahwa kamu tidak melakukan kesalahan, dan untuk menyelamatkan kamu dari perasaan seperti ini lain kali, bagaimana dengan mengetuk lebih dulu? "
Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah tidak tidak berpura-pura kejadian itu tidak terjadi. Mengabaikan seks dapat menstigma tindakan itu dan membingungkan anak-anak, kata Sara Moore, asisten profesor sosiologi di Universitas Negeri Salem yang berspesialisasi dalam seksualitas dan kehidupan keluarga.
"Mengabaikan hal itu dapat memberi kesan pada anak bahwa seks adalah sesuatu yang disembunyikan atau dipermalukan," kata Moore kepada Global News.
"Walaupun mungkin tampak mudah untuk \'menyelamatkan muka\' dengan berpura-pura itu tidak terjadi, orang tua kemudian memiliki sedikit pengaruh pada bagaimana anak mereka menafsirkan apa yang mereka lihat."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Toyota memperkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS 2026 dengan tenaga 457 HP, torsi 790 Nm, dan teknologi hybrid terbaru.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Inflasi tahunan tercatat 2,88% dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.
Gunung Semeru mengalami lima kali erupsi pada Senin pagi dengan tinggi letusan hingga 700 meter. Status gunung masih Level III atau Siaga.