Dipakai 1,5 Miliar Pengguna, Tik Tok Jadi yang Terpopuler setelah Whatsapp & Messenger
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Ilustrasi makanan berprotein (Vixen Daily)
Harianjogja.com, JOGJA-- Protein memang penting untuk tubuh. Namun, jumlah protein yang berlebihan menimbulkan efek berbahaya, mulai dari bau mulut, sembelit, diare, dehidrasi, kerusakan ginjal, hingga sakit jantung.
Protein memang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Umumnya, wanita membutuhkan 56-59 gram protein setiap hari. Sementara pria butuh protein sebanyak 62-66 gram per hari. Jika lebih dari itu, maka protein di dalam tubuh tidak akan dicerna dengan baik. Protein justru akan dianggap sebagai zat tidak penting yang harus dibuang agar tidak mengganggu kinerja organ tubuh.
Sebenarnya, tubuh memberikan tanda khusus saat kelebihan protein. Mau tahu apa saja tanda tubuh yang kelebihan protein? Simak ulasan yang dihimpun dari Boldksy, Sabtu (9/3/2019), berikut:
Sembelit
Protein sulit dicerna sehingga menyebabkan masalah usus, seperti sembelit dan kembung. Jadi, makan protein saja justru membahayakan saluran pencernaan. Jika ingin sehat, imbangi konsumsi protein dengan serat.
Dehidrasi
Tubuh membutuhkan banyak air untuk memecah protein. Ginjal yang bertugas memecah protein akan menarik cadangan air dalam tubuh. Artinya, konsumsi protein berlebih membuat tubuh kekurangan cairan.
Kentut berbau busuk
Kentut yang berbau sangat busuk bisa saja terjadi akibat konsumsi protein berlebihan. Hal ini terjadi karena saluran pencernaan mengalami masalah akibat konsumsi makanan berprotein dalam jumlah berlebih.
Bau napas tak sedap
Makanan berprotein tinggi memang ampuh menurunkan berat badan. Namun, sejumlah hasil penelitian menyebut, makanan berprotein tinggi menyebabkan bau napas tak sedap yang tidak bisa diatasi hanya dengan menggosok gigi. Jika tidak ingin bermasalah dengan bau napas, perbanyaklah konsumsi air putih, kunyah permen karet mint, serta gosok gigi sampai bersih setelah mengonsumsi makanan berprotein tinggi.
Lesu
Makanan tinggi protein memang membuat perut kenyang lebih lama dibanding karbohidrat. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, berat badan justru bakal meningkat. Kelebihan protein meningkatkan kadar hormon kortisol yang membuat tubuh mudah lelah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.