Tujuh Kabupaten di Jateng Masih Berstatus Awas Kekeringan
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
Vanessa Angel/Suara.com-Achmad Ali
Harianjogja.com, JAKARTA -- Vanessa Angel ditahan di Polda Jawa Timur dalam kasus prostitusi sejak 30 Januari lalu. Namun sejak itu, sang ayah, Doddy Sudrajat rupanya belum pernah menjenguk putrinya itu.
"Belum mas, belum jenguk," kata Doddy mengakui, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (5/2/2019).
Doddy sudah sepenuhnya menyerahkan kasus Vanessa Angel kepada pihak kepolisian. Sebagai ayah, Doddy hanya bisa memberikan doa yang terbaik bagi putrinya.
"Saya dan keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus Echa (panggilan Vanessa Angel) kepada polisi. Saya dan keluarga mendokan yang terbaik buat Echa," tuturnya.
Doddy Sudrajat mengakui kalau dirinya juga tak menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan Vanessa Angel di Polda Jawa Timur.
"Saya dengar tantenya yang jadi penjamin," katanya.
Hubungan Vanessa Angel dengan ayahnya, Doddy Sudrajat memang kurang harmonis. Vanessa bahkan sudah meninggalkan ayahnya dan memilih hidup mandiri sejak usia 17 tahun. Saat ditangkap karena kasus prostitusi, Vanessa mengaku tak mendapatkan dukungan dari sang ayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
KPK mencatat pemulihan aset negara Rp603 miliar hingga triwulan III 2026, termasuk Rp106 miliar dari perkara korupsi pejabat ATR/BPN.
Kelurahan Sorosutan, Jogja, mengembangkan Gemati untuk mendampingi warga dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga menjadi tantangan pemulihan.
Jusuf Kalla mengkritik demokrasi liberal Indonesia saat kuliah di NIU, menyoroti popularitas, politik uang, dan kapasitas pemimpin publik.