Adik Hilang, Suami Selamat, Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Acara Tribute to Seventeen di Titik Nol pada Sabtu (29/12/2018)/Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Bencana tsunami yang merenggut tiga personel dari Seventeen Band pada Sabtu (22/12/2018) lalu masih meninggalkan kesedihan. Namun, tak ingin terus berlarut, sejumlah pemusik di Jogja bersama Jogja Berbakti menyelenggarakan acara Tribute to Seventeen.
Sejak Sabtu (29/12/2018) siang, beberapa orang sudah berkumpul di sebelah panggung yang berdiri di depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta. Kebanyakan dari mereka mengenakan baju berwarna hitam. Mereka adalah para penampil untuk acara yang diadakan untuk mengenang Seventeen Band.
Mengusung tajuk Tribute to Seventeen: Untukmu Sahabat, Jogja Berbakti dan beberapa pemusik di Jogja menyuguhkan persembahkan mereka untuk memberi dukungan kepada keluarga Seventeen. Selain acara musik, Tribute to Seventeen juga dibuka donasi yang juga akan diserahkan kepada keluarga Seventeen.
Dipandu oleh beberapa MC kondang Jogja, antara lain Doni, Ghundi, Alit Jabang Bayi, dan lain-lain, acara musik ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya. Tak lama, penampilan dari Drummer Guyup YK (DGYK) berlangsung semarak dengan gebrakan dari belasan perkusi. Tak tampak kesedihan dalam acara ini, yang ada hanyalah semangat untuk bangkit dari kehilangan.
Anang Batas, salah satu inisiator Jogja Berbakti mengungkapkan bahwa acara ini terbentuk dari dukungan penuh sahabat musikus Yogyakarta yang turut kehilangan atas meninggalnya tiga personil Seventeen. "Yang utama kami menciptakan kebersamaan di Jogja serta menguatkan keluarga Seventeen," ujarnya.
Anang menekankan, acara yang berlangsung sore hingga malam hari itu tidak ingin membangkitkan kesedihan atas kehilangan tiga personil Seventeen. Namun, kembali menguatkan keluarga Seventeen. "Kami tidak ingin membuat acara itu untuk membangkitkan kesedihan. Meskipun jujur saya pun juga masih sedih, tapi lebih menguatkan tadi itu," tuturnya.
Mulanya, ide menyelenggarakan acara ini hadir setelah dirinya dan beberapa inisiator yang lain menghadiri pemakaman M. Awal Purbani, bassist Seventeen di Gamping pada Senin (24/12/2018). Setelah akhirnya memutuskan membuat acara, dukungan mengalir tak hanya dari pemusik, namun juga fasilitator acara dan Istana Kepresidenan Jogja.
Setelah performa yang menghentak dari pukulan beberapa drum oleh DGYK, acara ini dilanjut dengan penampilan dari Cah Nyanyi YK yang berkolaborasi dengan Dexter Band dan Dharma Band. Melalui dua lagu yang ditampilkan, yaitu Jaga Selalu Hatimu milik Seventeen dan Kita milik Sheila on 7, Cah Nyanyi YK mengajak penonton untuk tidak larut dalam kesedihan, namun bersama merayakan Seventeen sebagai band Jogja yang menginspirasi.
Inspirasi tersebut tak hanya dirasakan oleh Cah Nyanyi YK, sejumlah musikus Jogja lain juga urun lagu untuk mengenang salah satu grup musik Yogyakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1999. Pada awal pendiriannya, Seventeen digawangi oleh enam personel, yaitu Yudhi Rus Harjanto, Herman Sikumbang, Zulianto "Zozo" Angga, Windu Andi Darmawan, Yohan Doni Saputro, serta M. Awal Purbani. Perbedaan visi misi grup musik membuat Doni dan Zozo keluar pada tahun 2008, disusul Yudhi pada 2013.
Lebih Jazz
Selain DGYK, Cah Nyanyi YK, Dexter Band dan Dharma Band, sejumlah musisi yang turut mendukung Tribute to Seventeen antara lain LAF, Megahits, Jogja Hip Hop Foundation, Jikustik, Istana, Shakey, Jhampe Johnson, serta Jasmine Elektrik. Selain membawakan lagu-lagu sendiri, mereka juga menyanyikan beberapa hits dari Seventeen.
Salah satunya juga dilakukan oleh LAF (Lost and Found). Band dengan lima personel yang terbentuk pada pertengahan tahun lalu ini membawakan single Seventeen yang lain yang tak kalah hits, yaitu Selalu Mengalah. Band yang menamai diri mereka sebagai chill and dance music ini menyanyikan single Seventeen itu berbeda dengan biasanya, karena dibawakan dengan genre yang lebih jaz.
Seperti tercantum pada poster acara yang sudah beredar sekitar dua hari sebelum acara, Jogja Berbakti turut membuka donasi bagi penonton maupun donatur yang berkenan berdonasi. Hasil donasi ini nantinya akan diserahkan kepada keluarga Seventeen.
"Kami fokus ke keluarga Seventeen. Tapi misalnya dari keluarga justru mengarahkan ke sana [korban tsunami lain di Banten dan Lampung] itu sudah hak mereka," jelas Anang. Ia menegaskan, acara ini memang tidak mengutamakan besaran hasil donasi, namun bentuk perhatian warga Jogja pada keluarga Seventeen.
Acara yang dijadwalkan berlangsung sampai pukul 22.00 WIB ini juga akan diisi oleh sambutan dari pihak Istana Kepresidenan Yogyakarta selaku pendukung acara. Dijadwalkan, pihak istana akan memberikan sambutannya pada pukul 19.00 WIB.
Eks personel Seventeen, Doni dan Yudhi turut hadir dalam acara Tribute to Seventeen malam itu. Keduanya dijadwalkan berkolaborasi dengan Istana Band serta beberapa pemusik lain seperti Tomo, additional Sheila On 7 serta Toni dari Endank Soekamti. Penampilan ini akan menjadi puncak pada malam itu. "Puncaknya Doni dan Yudhi akan berkolaborasi membawakan lagu-lagu Seventeen dari perjalanan dulu sampai sekarang," ujar Anang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.