Advertisement
Bosan Dijodohkan, Ini Tips Menolaknya Tanpa Memunculkan Konflik
Ilustrasi Pasangan - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Psikolog klinis yang biasa menjadi konsultan pernikahan, Pingkan Rumondor mengatakan definisi perjodohan atau arranged marriages adalah suatu pernikahan yang diatur oleh orang tua, atau kerabat dekat untuk sang pasangan, dan biasanya dilakukan pada wanita.
Menolak untuk tidak mau dijodohkan adalah salah satu hal yang wajar, tetapi penolakan tersebut hendaknya diampaikan dengan sikap yang baik. Jika diungkapkan dengan agresif tentu dapat mengakibatkan konflik antara orangtua dan anak.
Advertisement
Padahal pengertian dan pendekatan yang santun dan baik akan melahirkan kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Pingkan memberikan tips bagi pria dan wanita dewasa atau yang di atas usia 21 tahun, ada beberapa cara membuat orangtua yakin bahwa pasangan atau jodoh pilihan sendiri adalah orang yang tepat.
Pertama, ajak orangtua berkomunikasi, terutama mengenai, hal mendasar apa saja yang diharapkan ada dari seorang menantu. Sebaliknya, anak juga bisa mengungkapkan apa yang diharapkan dari seorang pasangan hidup.
Kedua, perlihatkan pada orangtua bahwa bersama pasangan tersebut selalu menjadikan kebahagian dan kualitas hidup bertambah. Hal ini misalnya ditandai dengan prestasi kuliah atau pekerjaan yang meningkat. Ketiga, ceritakan hal positif tentang pasangan ke orangtua.
Terakhir, ajak pasangan untuk menemui orangtua. Sebelumnya, berikan briefing pada pasangan mengenai standar sopan santun orangtua dalam budaya keluarga. Misalnya, pasangan diharapkan mencium tangan, atau hanya menjabat tangan saat bertemu orang tua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








