Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Sangkakala akan tampil di Jogjarockarta.
Harianjogja.com, JOGJA—Sangkakala akan menjadi satu-satunya band asal Jogja yang akan tampil di agenda Jogjarockarta yang dihelat di Stadion Kridosono Jogja pada 27 Oktober 2018.
Mengusung aliran glamrock, Hendra Priyadhanie dan kawan-kawan akan sepanggung dengan nama-nama cadas Indonesia, seperti Godbless, Edane, Seringai, Koil serta Elpamas. Tak ketinggalan, sebagai bintang tamu utama, akan hadir Megadeth.
Blangkon, sapaan akrab Hendra, mengaku tak sabar untuk tampil di Jogjarockarta. Selain ingin menghibur publik metal Indonesia yang datang di Jogja, Sangkakala penasaran dengan corak musik yang dibawakan Megadeth secara langsung.
“Belum pernah membayangkan bisa sepanggung dengan Megadeth. Tentu saja Sangkakala penasaran atas corak musiknya. Megadeth puna statement yang kuat atas pemilihan musik yang diamini. Itu luar biasa,” ujarnya kepada Harian Jogja, Selasa (16/10/2018).
Sangkakala merupakan band yang dibentuk di Bantul dengan komposisi dari anak-anak Institut Seni Indonesia (ISI). Band ini terbentuk pada 2004. Aksi panggungnya yang selalu unik membuat Sangkakala menjadi band cadas Indonesia yang mempunyai karakter tersendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desain Cahaya Pradipta karya Marcelo Diaz Octavianus menjadi juara Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Diet Viking ala Erling Haaland mengandalkan makanan utuh dan tinggi protein. Simak menu harian serta risiko kesehatannya.
Grab Indonesia juga membuktikan komitmen inklusivitasnya dengan merangkul ribuan mitra pengemudi disabilitas
DPR mengesahkan UU PFII. Simak poin penting mengenai otoritas khusus, insentif pajak, pengawasan, hingga target investasi Rp500 triliun.
KPK memeriksa delapan orang terkait OTT Bupati Lombok Barat, termasuk kepala daerah, Dirut Perseroda, pejabat PUPR, dan pihak swasta.