Advertisement

KOMUNITAS: Fuji Girls Squad Berbagi Ilmu Fotografi, Kembangkan Bisnis Anggota

Salsabila Annisa Azmi
Kamis, 27 September 2018 - 17:35 WIB
Maya Herawati
KOMUNITAS: Fuji Girls Squad Berbagi Ilmu Fotografi, Kembangkan Bisnis Anggota

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Era media sosial membuat kebutuhan akan skill fotografi menjadi penting untuk dimiliki para wirausaha. Komunitas Fujigirls Squad berdiri untuk mewadahi para perempuan yang berwirausaha untuk mengembangkan hobinya dan menjadi nilai tambah bagi usahanya masing-masing.

Mini Gunawan, 30, mengamati ada banyak perempuan di Kota Jogja dari beragam latar belakang pekerjaan memiliki hobi fotografi. Namun mereka belum menyadari bahwa fotografi dapat menambah penghasilan mereka, mengembangkan usaha atau membantu pekerjaan mereka apabila mereka menekuninya.

Advertisement

Dari latar belakang itu, Mini kemudian mulai menghimpun rekan-rekan sekelilingnya untuk bergabung dalam komunitas fotografi.

Komunitas fotografi yang didirikan Mini tidak sekadar menjepret foto, Mini ingin foto yang dihasilkan oleh dia dan rekan-rekannya dapat memberi ilmu yang bisa diterapkan untuk mengembangkan bisnis mereka. Mini jeli melihat peluang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan publikasi di media sosial, banyak wirausaha yang membutuhkan produk fotografi dengan biaya yang tidak murah.

Menurut Mini, belajar fotografi bersama adalah salah satu cara untuk mendapatkan produk fotografi berkelas dengan biaya yang ringan.

"Awalnya saya mengajak teman-teman saya, mayoritas wirausaha juga seperti saya, tetapi enggak bertahan lama, mungkin karena gear yang dipakai berbeda-beda," kata perempuan pengusaha spa dan bed cover ini.

Mini menjelaskan pengaturan tone dan pengoperasian yang berbeda-beda dalam masing-masing gear kamera membuat aktivitas sharing ilmu fotografi menjadi tidak maksimal. Ketika ada masalah tak terduga dalam kamera, proses untuk membenahi pengaturan menjadi sukar karena masing-masing orang mendalami gear berbeda.

Terkadang permasalahan pada kamera pun tidak bisa ditemukan solusinya melalui mesin pencarian Google. Akhirnya komunitas fotografi yang pertama kali didirikan itu bubar.

Memilih Fuji

Mini pun memetik pelajaran dari komunitas pertamanya dan pada Januari 2018 mendirikan komunitas Fujigirls. Gear Fuji dipilih juga berdasarkan pengamatan Mini, banyak wanita yang lebih memilih menggunakan mirrorless fuji, terutama kalangan wirausaha.

Hal tersebut menurutnya akan memudahkannya merangkul anggota untuk komunitas fotografinya yang baru.

Mayoritas anggota adalah pemilik mirorless fuji. Pertama Mini merangkul kembali rekan-rekan sesama wirausaha baik itu pemilik kafe kecil, pemilik resto, dan pemilik bisnis online dalam berbagai bidang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, berbagai profesi pun turut diajaknya bergabung.

"Di dalam komunitas ini, kami saling share [berbagi] ilmu fotografi masing-masing. Selain buat hobi, juga buat foto produk. Karena kami kan interestnya juga beda-beda, ada juga yang senang semuanya, jadi biar bisa kasih ilmu fotografi yang ditekuni," kata Mini.

Dipersilakan Bergabung

Tak ada syarat rumit untuk bergabung dalam komunitas ini. Menurut Mini selama mereka perempuan yang ingin maju dalam hobi fotografinya, umur berapa pun, profesi apapun dipersilakan bergabung. Meskipun awalnya Mini mengharapkan anggotanya adalah pengguna mirorless Fuji, seiring berjalannya waktu ada beberapa anggota yang merupakan pengguna gear lain atau mendalami kamera lain. Baginya itu pun tidak masalah.

Saat ini anggota Fujigirls berjumlah 65 orang dengan rentang umur yang cukup luas. Mulai dari mahasiswi hingga wanita 40 tahun bergabung dalam komunitas ini. Anggota berusia mahasiswa pun belakangan mulai banyak bergabung.

“Mereka menemukan kenyamanan karena Mini membentuk budaya komunitas di mana antara anggota yang berusia lebih dewasa dengan yang lebih muda tidak ada batasan dalam bergaul,” ujar perempuan yang menjadikan rumahnya di Perumahan Tirtasani Jalan Tambak Nomor 51, Godean, Sleman sekaligus sebagai basecamp Fujigilrs ini.

Berbagai kegiatan pun digagas oleh Mini dan rekan-rekannya untuk mempertajam pengetahuan anggota tentang berbagai jenis fotografi. Misalnya food photography, human interest, street photography dan lain-lain.

Jika hobi fotografi digambarkan sebagai hobi yang mahal, Mini tidak setuju hal itu diterapkan di komunitas Fujigirls.

"Visi saya mengajak mereka upgrade skill mereka, bukan gear mereka. Gear sederhana tidak masalah, selama mereka mau terus belajar. Percuma kalau gear-nya bagus tapi skill-nya tidak berkembang," kata Mini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement