Advertisement
Jauh-Jauh Melancong ke Kepulauan Samudra Pasifik, Putri Sultan Kaget Disapa dengan Bahasa Jawa, Ternyata Orang Kulonprogo!
Tangkapan layar unggahan GKR Hayu di twitter. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Melakukan perjalanan di negara asing menjadi pengalaman yang mengasyikkan karena akan bertemu orang asing warga setempat yang tidak kita kenali.
Namun, akan lebih mengasyikkan jika di tanah orang tersebut, kita tanpa sengaja menjumpai orang yang berasal dari daerah yang sama. Meskipun tidak mengenal, bertemu orang dari daerah yang sama menjadi pengalaman yang mengesankan karena merasa sebagai saudara.
Advertisement
Hal itulah yang dialami putri ke-4 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu. Ia mengalami hal yang mengesankan itu saat berkunjung ke Cook Island, sebuah kepulauan di Samudra Pasifik dekat wilayah Selandia Baru.
GKR Hayu yang saat itu bersama suaminya Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro ini kaget ketika sedang membeli makanan, ia disapa penjualnya dengan Bahasa Jawa, "Saking pundi? " yang artinya bertanya, "Dari mana?".
BACA JUGA
Tak disangka, ternyata penjual makanan itu berasal dari Kulonprogo. Hal itu berdasarkan cerita yang ia unggah di akun twitternya @GKRHayu pada Rabu (19/9/2018) waktu setempat.
"Jauh2 ke Cook Island nyempil di lautan pasifik, masih bisa mendengar “Saking pundi?” Ternyata bertemu dgn warga Kulon Progo " tulisnya.
GKR Hayu dan suaminya juga bahkan menyempatkan diri berfoto dengan penjual makanan tersebut.
Unggahan ini mendapatkan reaksi positif dari mengikutnya, terlihat dari sejumlah komentar yang masuk. Hingga berita ini diturunkan, unggahan itu bahkan sudah dibagikan ulang oleh 282 akun dan mendapat 544 suka. Sebanyak 19 akun berkomentar.
Salah satunya adalah akun @Letnanhans yang menulis "orang jawa sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia...mantab..".
Hal serupa diungkapkan akun @josiguntara yang menulis "Pancene bener gusti , pernah nonton video sik mbahas nendi wae tempat ng dunyo iki mesti ono wae wong jowo ne, dan bener ternyata bener pas dia ketemu org jawa di pedalaman peru sama honduras yang antah brantah nan jauh disana tapi lupa judul videonya."
Ada juga yang mengapresiasi karena saat ini kondisi berbeda terjadi di tanah kelahiran GKR Hayu. Akun @gunsh64 menulis " Kalau di Jogja, malah sudah sangat berkurang, sapaan semacam itu Sapaan di jagja saat ini " Dari mana asalnya Miss?" atau ," where r u from Miss?".
Untuk diketahui, dalam Javanese Diaspora Event tahun 2016 lalu, ketua panitia, Indrata Kusuma Prijadi mengatakan para diaspora Jawa sangat spesial karena sangat memegang teguh tradisi dan budaya yang dibawa oleh leluhurnya. Mereka, tambahnya, bisa berbahasa Jawa, meskipun Bahasa Ngoko.
Adapun Kanjeng Pangeran Wironegoro pernah mengatakan sebuah budaya bisa menjadi perekat bagi banyak orang yang tinggal secara terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








