Advertisement
Trauma Perceraian pada Anak-Anak Bisa Diminimalisasi
Ilustrasi perceraian - ist/divorceandmoneymatters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Trauma perceraian paling besar biasanya dirasakan oleh anak-anak. Dampaknya hingga kelak saat mereka dewasa.
Perceraian orang tua berpotensi menimbulkan trauma pada anak-anak mereka, terutama bila dalam prosesnya ricuh.
Advertisement
"Tapi semua bergantung pada bagaimana orang tua menjelaskan mengapa ini harus terjadi, bagaimana proses perceraian berjalan apakah damai atau penuh kericuhan, dan juga bagaimana anak-anak menjalani kehidupan setelah perceraian," kata psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo, belum lama ini.
Menurut Vera, perceraian yang berlangsung damai bisa meminimalkan kemungkinan anak mengalami trauma.
Lalu, apakah bercerainya orang tua bisa sampai membuat anak takut menikah?
"Anak yang melihat hubungan orang tua setelah perceraian masih baik-baik saja, cenderung memiliki pandangan yang tetap sehat dan objektif dalam memandang sebuah perkawinan," ujar Vera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








