Advertisement

Sehat Selama Berpuasa, Kenapa Tidak?

Newswire
Kamis, 31 Mei 2018 - 13:35 WIB
Maya Herawati
Sehat Selama Berpuasa, Kenapa Tidak? ilustrasi. - Reuters/Ina Fassbender

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Sehat selama berpuasa di bulan Ramadan bisa dengan mudah dilakukan asal memperhatikan asupan makanan. Ada hal-hal lain juga yang harus dijaga.

Berikut ini ulasannya seperti dikutip Dailystar:

Advertisement

Melawan dehidrasi

Kurang minum selama berpuasa bisa membuat orang mudah terkena dehidrasi. Pastikan untuk minum banyak air selama sahur dan buka puasa.

Hindari minuman soda atau berkafein karena menstimulasi keluarnya air lebih cepat, sehingga berujung pada dehidrasi. Jangan lupa santap makanan yang kaya kalsium, klorida, magnesium, fosfat, potasium dan sodium.

Hindari makanan kaki lima

Makanan kaki lima semakin menjamur ketika Ramadan. Tengok saja jalan-jalan di dekat rumah atau perkantoran, banyak pedagang dadakan yang menjajakan beragam takjil sampai gorengan yang membuat air liur menggenang.

Meski tampilannya menggoda, Anda harus mengingat kebersihan dan nutrisi dari jajanan kaki lima tidak terjamin.

Kebanyakan makanan di jalan digoreng dalam minyak yang sudah dipakai berkali-kali, membuat komponen kimianya berubah, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan. Minyak jelantah bisa menciptakan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan.

Lagipula, gorengan itu salah satu alasan utama mengapa berat badan bertambah selama Ramadan. Setelah berjam-jam puasa, perut jadi sensitif terhadap makanan yang terlalu gurih atau digoreng dalam minyak. Lebih baik santap makanan yang dibuat di rumah.

Buatlah isi piring Anda berwarna pelangi

Merah, biru dan ungu.

Sayur dan buah warna merah, biru dan ungu punya komponen bernama antosianin, kaya anti oksidan, vitamin dan mineral yang bisa melawan radikal bebas.

Jingga, kuning dan hijau

Buah dan sayur berwarna jingga dan kuning mengandung karotenoid yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, masalah penglihatan serta kanker. Menyantap makanan dan sayuran warna-warni dapat membantu Anda mendapatkan nutrisi berbeda yang baik untuk tubuh.

Oleh karena itu, cobalah memakan minimal enam hingga tujuh sayuran dan buah yang berbeda selama Ramadan.

Jangan tinggalkan sahur

Kantuk yang melanda saat sahur bisa jadi menggoda kita untuk memilih tidur, padahal sahur adalah cara agar tubuh tetap terhidrasi dan kuat menjalani aktivitas hingga buka puasa.

Ketika sahur, pastikan makan karbohidrat kompleks seperti oat, lentil, gandum dan biji-bijian lain. Ini membuat gula darah tetap stabil dan mengenyangkan perut sepanjang hari.

Selain itu, makanan kaya serat seperti buah, kurma, sayur dan gandum juga pilihan ideal untuk sahur. Terakhir, makanan kaya protein, seperti telur, keju, yoghurt, daging sampai ikan juga direkomendasikan agar Anda tidak lemas selama berpuasa.

Jangan terlalu rakus

Makanan yang lama dicerna membutuhkan energi yang lebih sedikit. Maksudnya, ketika kita makan banyak, enzim butuh banyak energi untuk mencerna. Akibatnya, rasa lelah, pusing, mual sampai depresi. Pada dasarnya, jangan makan berlebihan. Inilah mengapa selama buka puasa, tidak disarankan untuk makan terlalu banyak. Pilihlah makanan yang lama dicerna tubuh seperti biji-bijian, bubur, sereal, susu sampai kurma. Dengan demikian, kita bisa mengelabui otak yang berpikir bahwa kita sudah makan banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement