Advertisement
PAMERAN MAGELANG : 13 Proyek Pelestarian Kebudayaan Dunia Dipamerkan di Candi Borobudur
Advertisement
Pameran magelang ini diselenggarakan di Candi Borobudur.
Harianjogja.com, MAGELANG—Sekali lagi Indonesia menjadi destinasi pertunjukkan acara yang bertaraf internasional. Beraneka keragaman dan keindahan budaya menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mancanegara untuk melaksanakan sebuah acara.
Advertisement
Kali ini Taman Wisata Candi Borobudur yang menjadi tempat digelarnya event bertaraf internasional tersebut. Pemerintah Jerman bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan Unesco menggelar Pameran Kebudayaan Dunia di Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 12 Oktober-1 November 2015.
Pameran ini menyuguhkan beragam informasi tentang konservasi cagar budaya di berbagai negara di dunia. Setidaknya 13 proyek pelestarian kebudayaan dunia bisa disaksikan pengunjung sebelum masuk ke areal TWCB, di antaranya tentang restorasi Candi Borobudur di Indonesia, pelestarian naskah tulisan tangan kuno di Timbuktu, Mali, restorasi bazar kuno Erbil di Irak, lalu restorasi cagar budaya di Mali, Maroko, Brazil, Mongolia, Myanmar, Afrika hingga Palestina.
Jorg Kinnen, Kepala Kebudayaan dan Bagian Informasi Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, saat pembukaan peresmian pameran tersebut menjelaskan bahwa pameran ini digelar sebagai bagian dari program pelestarian kebudayaan dari Pemerintah Jerman. Pada prinsipnya pameran tersebut bertujuan memperlihatkan proyek-proyek yang berupaya melestarikan aset-aset kebudayaan dan bersejarah di seluruh dunia sekaligus menyoroti pelestarian warisan budaya Jerman di luar negeri.
“Pameran ini untuk memberikan gambaran warisan budaya yang tersebar di seluruh dunia agar dilindungi dan dilestarikan secara bersama-sama,” ucap Kinnen.
Tidak hanya pameran, dalam kurun waktu tiga tahun belakangan Jerman juga pernah memprakasai beberapa proyek dengan menggelontorkan dana bantuan sejumlah lebih dari 500.000 euro atau lebih dari Rp7,5 miliar. Salah satunya proyek Unesco untuk melestarikan batu candi, yang pada 2011 mencanangkan sebuah proyek bekerjasama dengan Borobudur Conservation Office serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia setelah letusan gunung Merapi yang terletak tidak jauh dari lokasi candi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




