Advertisement
Bisa Beracun, Bagian Hijau Kentang Sebaiknya Dibuang
Advertisement
Harianjogja.com-Kentang umumnya berwarna kecoklatan atau kekuningan. Tetapi, biasanya kita juga menjumpai kentang yang di beberapa bagiannya berwarna hijau yang pekat. Warna kehijauan ini rupanya racun yang tak boleh dikonsumsi. Warna hijau dalam permukaan kentang itu ternyata sangat berbahaya.
Warna tersebut membuktikan kalau kentang mengandung racun berbahaya yang tentunya tidak boleh dikonsumsi. Bila Anda menemukan warna kehijauan di daging kentang yang Anda beli, sebaiknya potong daerah berwarna kehijauan tersebut kemudian buang.
Advertisement
Warna hijau tersebut sebenarnya adalah klorofil. Zat ini sebenarnya tak berbahaya. Namun, adanya klorofil di permukaan kentang membuktikan bahwa kentang tersebut telah terkena sinar matahari langsung. Karenanya bagian daging kentang yang terkena sinar matahari menjadi daerah dimana racun alami dari kentang yang bernama solanine terkonsentrasi dan sampai di titik berbahaya.
Jadi, sebaiknya simpanlah di tempat yang sejuk dan tempat yang gelap atau bebas cahaya matahari. Karena kalau tidak, solanine yang sebenarnya adalah bentuk pertahanan si kentang terhadap jamur dan hama akan mencuat keluar. Hal ini juga terjadi jika kentang Anda rusak dan memar, jadi sebaiknya buang kentang yang keadaannya seperti itu.
Seperti yang diulas di Wikipedia, menggoreng kentang dengan teknik deep fried yang digoreng dalam temperatur tinggi akan meminimalkan tingkat racun tersebut. Lain halnya jika hanya merebusnya. Racun tersebut akan tetap tinggal disana.
Jika ingin lebih sederhana, cukuplah hanya membuang bagian hijaunya saja. Ada juga yang berkata bahwa kecambah dari kentang juga mengandung solanine, hal itu berarti kentang tidak dapat dimakan. Apa penyebabnya jika kentang berwarna kehijauan ini tetap dimakan?
Hal ini akan menyebabkan Anda mual-mual, muntah, sakit perut, diare, radang ternggorokan, sakit kepala, pusing, sampai halusinasi. Bahkan, kabar buruknya adalah, jika Anda mengonsumsi kentang hijau sebanyak 3 sampai 6 mg per kilogram dari berat badan, solanine ini akan menyebabkan kematian! Gejalanya terlihat setelah 6 sampai 12 jam kemudian, tetapi bisa terjadi beberapa menit jika kandungan racunnya sangat tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





