Advertisement
Awas, Obat Demam Merusak Ginjal Anak
Advertisement
http://images.harianjogja.com/2013/01/demam.jpg" alt="" width="260" height="192" />Para orangtua harus waspada dengan obat demam yang biasa diberikan kepada anak anak. Obat penurun demam yang biasanya diberikan pada anak-anak meningkatkan risiko anak mengalami kerusakan ginjal.
Seperti diberitakan laman medindia.net, obat penurun demam yang umumnya digunakan adalah ibuprofen dan naproxen, berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti.
Advertisement
Dokter Jason Misurac dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran dari Indiana University dan Butler University menegaskn, hampir 3% kasus gagal ginjal pada anak selama satu dekade terkait dengan pemakaian obat antidemam seperti antiinflamasi golongan nonsteroid (NSAIDs).
Kerusakan ginjal itu, menurut para peneliti tak hanya dialami anak-anak, tetapi juga empat anak muda yang membutuhkan cuci darah (dialisis), dan sedikitnya 7 pasien mengalami kerusakan ginjal permanen.
“ Kasus ini mencakup beberapa pasien membutuhkan pemantauan ginjal selama bertahun-tahun, dan ini membutuhkan biaya terapi, sangan signifikan, terlebih bila Anda berpikir tersedia pengobatan alternatif,” kata Misurac seperti dilansir medindia.net.
Walaupun telah dibuktikan dampak buruk pemakaian obat antidemam terhadap kerusakan ginjal, namun masih dibutuhkan penelitian dalam skala besar.
Para peneliti mengevaluasi laporan medis di Riley Hospital untuk pasien anak-anak di Indianapolis dari Januari 1999 hingga Juni 2010. Peneliti menemukan 1.015 kasus, pasien menjalani terapi kerusakan ginjal.
Setelah dilakukan pemisahan gagal ginjal karena obat antidemam, maka ditemukan 27 kasus terkait pemakaian NSAIDs.
Menurut Misurac, NSAIDs mempengaruhi fungsi ginjal dengan membatasi aliran darah ke komponen penyaring darah di ginjal. Hal ini lebih banyak terjado pada anak-anak yang mengalami dehidrasi akibat sakit, seperti diare dan muntah.
“Demam adalah hal normal selama terjadi infeksi, dan tidak berbahaya. Obat alternatif mengatasi demam adalah acetaminophen. Alternatif lain adalah tidak memakai obat, dan membiarkan tubuh melawan infeksi untuk sementara waktu,” katanya. (Kabar24/nj)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




