Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Ilustrasi/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak usia sekolah dasar mulai mengenal teknologi dengan baik. Salah satunya adalah permainan game yang kini mudah dimainkan melalui ponsel pintar. Anda yang terlanjur mengizinkan mereka, kini harus waspada jika anak-anak mulai senang dan cenderung kecanduan pada game.
Berikut ini hal-hal penting yang harus Anda ketahui sebelum mengendalikan anak-anak dengan dunia game mereka:
Sesuatu yang esensial
Di era masa kini, semua orang pasti pernah bermain game. Terkadang, video game menjadi kebutuhan sehari-hari. Untuk melarang ataupun menghindari pengaruh gaming adalah sesuatu yang hampir mustahil, sehingga orangtua disarankan untuk menerima fakta, jika bermain game adalah hal yang lumrah.
Pertimbangkan pro dan kontra
Ketika kebanyakan orang memikirkan tentang video game, mereka akan mengarah ke fungsi game itu sendiri. Apakah untuk menghibur, mengedukasi, atau malah memberikan pengaruh buruk kepada anak. Maka dari itu, ada baiknya kita melakukan background check terlebih dahulu akan sifat anak dan kapabilitasnya, sebelum bermain game.
Periksa standar umur dalam game
Menurut AskAboutGames.com, age ratings memastikan bahwa konten hiburan seperti film, DVD, dan game diberi label yang jelas untuk kelompok usia minimum yang sesuai. Age ratings memberikan panduan kepada konsumen, agar mereka bisa mengetahui produk tersebut apakah layak dibeli atau tidak. PEGI dan ESRB adalah contoh-contoh sistem yang digunakan untuk age ratings. Pintar-pintarlah memilih konten yang sesuai atau tidak sesuai untuk anak, dengan memperhatikan age ratings pada game.
Tetapkan porsi main untuk anak
Tidak ada jumlah jam yang disarankan untuk anak berusia enam tahun ke atas, tapi 90 menit sering dianggap sebagai batas yang masuk akal (American Academy of Paediatrics). Berkaitan dengan hal tersebut, orangtua sebaiknya memperbolehkan anak bermain game setelah mereka tuntas mengerjakan tugas sekolah.
Temani anak
Interaksi antara kedua pihak adalah sesuatu yang sangat penting. Orangtua dapat bermain game dengan anak, sebagai aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Main game bersama juga dapat memperdekat hubungan emosional antara keduanya.
Jangan lupa untuk mengajarkan anak agar bisa bersosialisasi
Di samping bermain game, anak wajib diajarkan bersosialisasi dengan kawan seusianya. Membuat janji dengan teman, membawanya ke tempat bermain, dan memberi lowong waktu di sekolah adalah contoh-contoh hal yang dapat dilakukan untuk outdoor activity.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.