Kasus Bupati Pemalang, Uang Rp1,98 Miliar untuk Keperluan Pribadi
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Nikita Mirzani. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Aktris sensasional Nikita Mirzani batal mewujudkan rencananya untuk melahirkan di Singapura. Niki akhirnya memilih Jakarta sebagai tempat persalinan anak ketiganya.
Keputusannya untuk melahirkan di Jakarta bukan tanpa alasan. Hal itu telah dipikirkan matang-matang. Tak hanya itu, ia pun telah berkonsultasi dengan sahabatnya dan banyak yang menyarankan agar melakukan persalinan di Jakarta.
Apalagi peralatan medis di rumah sakit di Jakarta dianggap sudah mumpuni dan tak kalah dari Singapura. Dari sinilah Niki mulai berpikir dan memilih Jakarta sebagai tempat persalinan anak ketiganya.
"Jadi sebenarnya kan tadinya [mau melahirkan] di Singapura, tapi kan Kak Fitri [sahabat Nikita] bilang katanya di Jakarta sudah canggih juga, di salah satu rumah sakit," ungkap Nikita saat dijumpai di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat belum lama ini.
Lebih lanjut, Niki berpikiran jauh soal siapa yang bakal menemaninya pada proses persalinan nanti. Ketimbang di Singapura, di Jakarta akan lebih banyak sahabatnya yang bisa menemani.
Meski begitu, Nikita mesti rela kehilangan sejumlah uang yang telah dijadikan jaminan di Singapura.
“Kalau di Singapura kan Kak Fitri enggak bisa temani dan aku pikir iya juga sih, tapi ya gitu DP-nya hangus enggak bisa diambil," tambahnya.
Sayangnya terkait rumah sakit mana yang akan dipilih, Niki ogah membocorkannya. Ia hanya mengatakan bakal melahirkan dengan proses caesar.
"Jadi kalau gue kan memang kalau urusan lahir masih percaya sama primbon Jawa, keluarga gue kan ada yang Jawa juga, jadi dicari tuh tanggal jam, kalau jam pasti pagi, makanya operasi caesar. Pokoknya dua hari lagi gue masuk rumah sakit," pungkas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.