Kasus Bupati Pemalang, Uang Rp1,98 Miliar untuk Keperluan Pribadi
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Khirani Siti Hartina Trihatmodjo, Mayangsari dan Bambang Trihadmodjo. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA – Media sosial instagram sempat dihebohkan dengan akun penyanyi Mayangsari yang terlibat adu argument dengan netizen di instagram milik sang putri, Khirani Siti Hartina Trihatmodjo. Perseteruan itu bermula saat netizen menyebut jika Khirani lebih mirip dengan almarhum Aldi Firmansyah dibandingkan Bambang Trihadmodjo, suami Mayang.
Adu argument itu bermula saat Mayangsari mengomentari foto sang putri untuk mengucapkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang memuji kecantikan sang putri.
Namun tiba-tiba sebuah akun dengan nama desti*** menuliskan jika wajah Khirani tidak mirip dengan ayahnya, Bambang.
“Kirani lebih mirip Aldi Firmansyah, bukan Bambang. Semua orang juga tahu,” tulisnya.
Menanggapi sindiran itu, Mayangsari menahan amarahnya dengan menuliskan, “Saya merasa enggak kenal kamu, tapi kamu seakan tahu banget cerita hidup saya. Semoga hidup kamu dan keluarga lebih baik,” tulis Mayang dalam kolom komentar.
Tidak berhenti sampai di situ, netizen lain juga menimpali soal cerita masa lalu Mayangsari yang disebut sebagai perebut suami orang hingga menyeret nama Khirani yang juga dianggap tidak mirip dengan Bambang Trihadmodjo.
Atas ulah netizen tersebut, Mayangsari mulai meradang. Ia mengatakan, “Sudah minum obat?” kepada netizen itu.
Merasa jika ibunya telah diusik orang lain, sang putri, Khirani pun turut memberikan komentar. Alih-alih terlibat dalam adu komentar, ia lebih memilih untuk membela dan menenangkan sang ibu.
“Sudah mah jangan didengerin,” tulis Khirani.

Mayangsari yang kemudian ditenangkan oleh sang putri, akhirnya menuliskan penjelasannya dengan panjang untuk tidak lagi menganggu kehidupan keluarganya.
Bahkan Mayang yang disebut tidak waras karena mengambil suami orang hanya bisa menuliskan ikhlas jika apa yang dilakukan netizen tersebut menguntungkan mereka.
“Aku pikir yang waras ngalah. Berhenti cari perhatian saya dan ganggu kehidupan saya. Tapi kalau dengan cara ini bikin kamu lebih cantik, pintar, bisa bantuin biaya hidup kamu, enggak apa-apa. Saya ikhlas. Bhay,” pungkas Mayang.
Ada pula akun @putri.*** yang menuliskan komentar "Mba yu ndoro putri mending ke dokter jiwa biar disadarkan pikirannya. Abis nggak merasa bersalah dan berdosa. Biasanya yang nggak merasa dan berdosa itu orang-orang yang punya gangguan jiwa atau psikopat".
Membalas ucapan nyinyir tersebut, Mayangsari masih terlihat sabar seraya menulis, "wes yo aku pikir yang waras ngalah deh."
Penyanyi kelahiran 23 Agustus 1971 itu lantas naik pitam ketika akun tersebut melontarkan pertanyaan menohok, "Waktu ambil laki orang waras nggak ndoro?"
"Lebih nggak waras lagi ya orang yang sok tahu kayak kamu! Stop cari perhatian dari saya ya, sudah cukup kamu memperlihatkan kalau saya penting banget untuk hidup kamu!" tulis Mayangsari.
"Kalau cara kamu ini buat kamu jadi cantik jadi pintar buat kamu jadi kenyang buat kamu jadi punya penghasilan juga bisa bantu biayain hidup keluarga kamu nggak apa-apa saya ikhlas dan saya memaafkan kamu. Bhay," sambungnya lagi.
Bukannya meminta maaf atau menghentikan pertikaian, warganet itu justru kembali menimpali pernyataan Mayangsari. Tak tanggung-tanggung, dia menyebut istri Bambang Trihatmodjo itu terlalu berlebihan.
"Lebay banget anda. Selebay hidup anda. Semua Bangsa Indonesia juga tahu sepak terjang siapa anda dan later belakang anda. Ku (tak) salah menilai," kata tersebut sambil membubuhkan emotikon tertawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com, Okezone.com
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.