Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Butet Kartaredjasa. /Okezone-Dimas
Harianjogja.com, JAKARTA-- Seniman senior, Butet Kartaredjasa terkena serangan jantung saat tampil dalam teater ‘Kanjeng Sepuh’ di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, 22 Maret 2019, Butet hingga membuat dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Saint Carolus.
Kini, setelah hampir 1 bulan berlalu, Butet memutuskan untuk kembali aktif menjalani profesinya sebagai seorang seniman sekaligus budayawan. Pekan ini, dirinya diketahui akan tampil dalam pementasan bertajuk “Para Pensiunan 2049” hasil kerjasama Teater Gandrik dan Bakti Budaya Djarum Foundation.
Saat konferensi pers berlangsung, Butet sempat bercerita sedikit tentang kejadian yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu. Diakui oleh Butet, bahwa 12 jam sebelum ia terkena serangan jantung, dokter mengatakan Butet sudah dalam kondisi anfal.
“23 Maret lalu, waktu saya main di TIM, saya terkena serangan jantung. Hasil pemeriksaan menyebutkan saya sudah anfal 12 jam sebelum pentas,” tutur Butet Kartaredjasa, di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).
Dengan guyonan khasnya, Butet menjelaskan bahwa kala itu pihak dokter mengatakan jantung kanannya sudah tersumbat 100%. Beruntung selama golden period atau masa dua jam awal serangan jantung, Butet langsung mendapatkan perawatan insentif termasum menjalani operasi pemasangan ring (cincin) di jantungnya.
“Dua jam itulah yang menyelamatkan saya, saya dioperasi, saya dipasangj 4 ring sekaligus. Tahun 2009 saya sudah pasang 1, terus tahun 2010 saya pasang lagi. Ring itulah yang menyelamatkan saya, sehingga kalian tidak perlu melayat saya,” ungkap Butet disambut gelak tawa awak media.
Untuk pementasan ‘Para Pensiunan 2049’ Butet mengaku menjalani prosesi latihan seala kadarnya dan disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. “Saya latihan separuh tenaga saja, karena masih adaptasi dengan ‘logam-logam’ yang ada di tubuh saya,” papar Butet.
Saat ditanya apakah saat ini ia sudah mulai menjalani gaya hidup sehat, serta mengikuti anjuran dokter untuk menghindari makanan tertentu, Butet mengaku masih mengonsumsi tongseng dan teh jawa yang menjadi hidangan dan minuman favoritnya.
“Menurut pandangan saya, orang mati bukan karena minuman manis, bukan karena merokok, orang mati itu karena kehendak Allah,” pungkas Butet dengan senyuman lebar di wajahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.