PSEL Bogor Raya 1 Rp2,8 Triliun Diingatkan Harus Akuntabel
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA -- Penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah kecantikan, Teuku Adifitrian alias Tompi langsung bereaksi saat Prabowo Subianto membawa-bawa profesinya dalam pidato \'Indonesia Menang\' di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).
Dalam pidatonya tersebut, Prabowo Subianto berjanji akan memperbaiki gaji hakim, jaksa, polisi, guru, hingga dokter jika dirinya dan Sandiaga Uno menang di Pilpres 2019.
Bicara soal memperbaiki layanan kesehatan, Prabowo Subianto kemudian menyebut bahwa gaji dokter masih banyak yang tergolong rendah.
"Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil," kata Prabowo Subianto.
Mengetahui hal itu, Tompi langsung merasa tersentil. Melalui akun Twitter-nya, pelantun \'Sedari Dulu\' tersebut menuliskan tanggapan yang nyeleneh bernada sindiran kocak.
"Mungkin yg dimaksud Prabowo : gaji dokter lbh rendah dr tukang parkir adalah dokter yg bekerja sebagai asisten tukang parkir," tulis Tompi.
Cuitannya tersebut sudah di-retweet sebanyak 510 kali dan disukai oleh lebih dari seribu akun Twitter. Ada yang mendukung pernyataan Tompi, sedangkan segelintir lainnya justru membenarkan isi pidato Prabowo Subianto .
Salah satunya pemilik akun @maulan_s yang mencuit, "Maaf dok, untuk sejawat dr. Spesialis seperti anda mungkin emg ga merasakan dok, tp untuk dr. Umum mgkin ada bnr nya dok.. masi banyak, bahkan ada 3 bulan tidak di gaji.. ada jasa sejak bulan september 2018 smpai skrg blm di bayarkan.. seperti tmpt sy bekerja.."
Namun, Tompi tetap pada pendiriannya dengan menyatakan bahwa gaji dokter tak akan mungkin lebih rendah daripada tukang parkir. Dengan tegas, ia menjawab, "1. Nggak lebih rendah dari tukang prkir
2. Ada pilihan banyak yang bisa dikerjakan bila anda benar-benar dokter umum terampil."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.
Gaji manajer Kopdes belum ditetapkan. Berikut gambaran penghasilan berdasarkan UMP 2026 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.