Meutya Kecam Israel Tahan Jurnalis RI di Misi Gaza
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Ilustrasi hijab/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Tren hijab akan berubah terus seiring perkembangan fashion. Tren hijab 2019 diprediksi akan lebih simpel tak banyak pelintir dan peniti sana-sini.
Hal itu diungkapkanFounder Hijab Influencers Network Roswitha Jassin di Depok, Jawa Barat belum lama ini. Roswitha mengatakan bahwa tren hijab yang beberapa tahun lalu itu lebih rumit seperti gaya memelintir, misalnya. Sekarang lebih simpel.
“Hijab segi empat sekarang itu dilipat menjadi segitiga. Kemudian, dipakaikan dikepala dengan cukup dijepit dengan penti atau bros. Dan sisa dari hijab tersebut diarahkan ke samping,” ujarnya di Depok belum lama ini.
Selain itu, lanjutnya, hijab yang digunakan itu lebih panjang atau syar’i yang menutupi hingga bagian dada. Bahkan, juga menutupi hingga bagian belakang tubuh.
“Pakaian pun juga semakin longgar dengan tren warna soft seperti biru muda, tosca, baby pink, juga warna-warna earth tone, yakni coklat muda, coklat tua, dan hijau. Printing pattern pun kini juga banyak digemari karena memiliki keunikan tersendiri,” ungkap Roswitha.
Untuk acara formal, sambungnya, fesyen muslimah itu ada sentuhan aplikasi payet atau tambahan ruffles.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.