Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Ilustrasi stres/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Stres bisa memicu macam-macam termasuk nafsu makan. Istilah itu disebut juga sebagai emotional eating yang jika tidak ditangani akan merusak kesehatan Anda.
Maka, diperlukan tindakan-tindakan agar terhindar dari emotional eating itu sendiri. Berikut adalah pemaparannya dari Tara de Thouars, selaku psikolog yang kerap menangani kasus emotional eating, di Jakarta belum lama ini.
“Kalau lapar fisik biasanya masih bisa ditunda, sedangkan lapar emosi akan langsung bereaksi. Kemudian, kalau laper fisik setelah makan akan merasa baik-baik saja, sedangkan lapar emosi setelah makan akan merasa bersalah,” ujar Tara.
Tenangkan diri
Untuk dapat mengambil keputusan makan yang tepat, maka pastikan libatan emosinya sedikit mungkin. Ini dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik relaksasi terlebih dahulu sebelum membuat keputusan makan.
Cara yang paling simpel bisa melakukan latihan pernapasan yang paling tidak lakukan minimal sepuluh kali. Selanjutnya, cari aktifitas apa pun yang membuat rileks. Cari kegiatan relaksasi yg sesuai kebutuhan diri masing-masing. Lalu, lakukan tahap refleks makan, jangan ikuti refleksnya tahan dahulu 15-20 menit. Ketika sudah rileks, baru tentukan apakah benar-benar ingin makan atau tidak.
Tingkatkan Mood
Ketika stres, hormon dopamin dan serotonin turun, maka Anda perlu meningkatkan mood sebagai pengganti kedua hormon tersebut. Cari aktifitas yang bisa meningkatkan mood seperti olahraga sederhana, meditasi, bersyukur atau mengingat hal-hal positif, dan buat tujuan sederhana. Penelitian membuktikan bahwa ketika seseorang membuat tujuan dan bisa mencapainya, mood akan langsung naik.
Fokus pada Akar Masalahnya
Untuk mengatasi emotional eating Anda perlu fokus pada akar masalahnya, yaitu pada stres itu sendiri. Seringkali seseorang terlalu sibuk mencari sesuatu untuk mengatasi stresnya, hingga lupa penyebab stresnya. Maka caranya adalah jauhkan sumber-sumber dan hal-hal yg dapat memicu stres. Kalau tidak bisa, ubah situasinya dan buat menjadi lebih baik untuk diri sendiri. Jika masih tidak bisa diubah juga, maka coba untuk beradaptasi dengan situasinya. Cara terakhir kalau tidak bisa juga, maka cobalah untuk terima hal yang tidak bisa diubah dan lihat sisi baiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.