Mendag Pastikan DMO CPO Tetap Berlaku di Era Ekspor DSI
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Avril Lavigne. /REUTERS-Toru Hanai.
Harianjogja.com, CANADA- Si cantik Avril Lavigne kembali lagi ke dunia hiburan. Pelantun lagu “Sk8ter Boi” di tahun 2002 ini baru saja meluncurkan single terbarunya yang membuat penggemarnya bersorak bahagia. Pasalnya, penyanyi kelahiran Kanada ini menjadi buah bibir setelah menghilangnya dari panggung musik selama kurang lebih 5 tahun belakangan.
Dilansir dari Prevention pada Senin, (10/12/2018), Avril membeberkan bahwa ia terjangkit penyakit yang mengharuskan dirinya terbaring selama 2 tahun. Ketika sedang tour pada 2014, tubuhnya merasakan keganjalan yang mengharuskan dirinya bertemu dengan beberapa dokter. Karena semakin memburuk, ia menghubungi temannya yang pernah terkena penyakit ini.
Penyakit apa yang bisa membuat pelantun “My Happy Ending” ini beristirahat sejenak dari rana hiburan musik? Adalah penyakit lyme, yaitu wabah yang disebabkan oleh gigitan kutu spirochete yang memiliki bakteri Borrelia burgdorferi. Kutu berwarna hitam kecoklatan ini telah menyerang 300 ribu orang setiap tahunnya. Umumnya, mereka bisa dijumpai dan berkembang biak di daerah perhutanan.
Bila Anda terkena penyakit ini gejala awalnya adalah seperti flu. Suhu badan akan meninggi, nyeri otot, kelelahan, dan sakit kepala. Yang paling umum pada penderitanya adalah bekas gigitan dari si kutu, berbentuk bulat dan memiliki bulatan kecil seperti bulls-eye pada papan darts. Semakin lama si penderita tidak menjalani perawatan, semakin parah juga gejalanya. Sakit pada tangan serta kaki, rasa gugup, detak jantung tak beraturan bahkan peradangan pada otak.
Penyakit ini sempat membuat Avril merasakan ajal datang karena merasa tubuhnya semakin melemah. Maka, ia menganjurkan bagi Anda yang merasakan gejala tersebut untuk segera ke dokter.
Avril juga menceritakan bagaimana proses penyembuhannya sangat melelahkan. “Kutu ini pintar, ia mampu mengubah wujud bakterinya menjadi seperti kista, jadi Anda harus menegak antibiotik dan antimalaria secara bersamaan. Karena tidak didiagnosis terlalu lama, hidupku jadi kacau,” ujar Avril. Namun, berkat dukungan orangtua dan pengobatan rutin, ia kembali unjuk gigi dengan lagunya yang berterima kasih atas kesembuhan dirinya.
Karena kutu ini hidup di alam bebas, sebaiknya Anda menggunakan kaus lengan panjang dan celana panjang serta penolak kutu yang aman jika sedang bertamasya di daerah hutan. Kutu ini juga bisa menempel pada barang bawaan Anda, maka jangan lupa menyemprotkan pembasmi kutu ini padanya. Kutu ini juga bersarang pada hewan peliharaan. Maka, upayakan untuk memeriksanya ke dokter hewan secara berkala demi keselamatan Anda dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.