Gencatan Senjata 4 Hari Hamas-Israel Dimulai Hari Ini, Berikut Hasil Kesepakatannya
Pejabat Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa gencatan senjata sementara antara kelompok teror dan Israel
Ilustrasi/Usseek
Harianjogja.com, JAKARTA - Mengenakan sepatu hak tinggi atau ‘high heels’ membuat seorang wanita terlihat modis.
Banyak wanita menyukai gaya berjalan dengan mengenakan sepatu hak tinggi. Namun, di balik ‘high heels’ terselip risiko kesehatan yang patut Anda tahu.
Dikutip dari medindia.net, bahwa mengenakan sepatu hak tinggi dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan kadang-kadang kerusakan permanen. Selain itu, jika dikenakan setiap hari, sepatu hak tinggi dapat menyebabkan masalah punggung - menyebabkan nyeri punggung bawah, dan stres pada sendi lutut yang bisa memcicu osteoarthritis.
Penggunaan sepatu ‘high heels’ yang berkepanjangan dapat mempengaruhi postur Anda, karena menempatkan tumit kaki pada sudut tidak wajar di atas jari-jari kaki, sementara pinggul, bahu, punggung dan tulang cenderung ke arah belakang. Dengan demikian, kaki dan tubuh tidak dalam satu garis lusur, dan ini bisa menyebabkan sakit punggung.
Semakin tinggi tumit sepatu, maka lebih banyak tekanan di kaki depan, ini menyebabkan memar yang parah dan kelelahan otot.
Para wanita yang kerap bersepatu hak tinggi, menempatkan kaki dalam posisi tertekuk(kaki menunjuk ke bawah) dengan peningkatan tekanan di bagian depan kaki, maka tubuh bagian bawah cenderung ke depan untuk menjaga keseimbangan, sementara tubuh bagian atas condong ke belakang yang tidak normal.
Posisi tersebut memberi tekanan pada bagian dalam lutut yang mengarah ke osteoarthritis dan penyakit sendi degeneratif.
Otot betis secara alami berkontraksi ketika Anda berjalan di atas tumit, penggunaan jangka panjang ‘high heels’, membuat otot-otot memendek dan mengencang secara permanen.
Dampaknya, ketika Anda semakin tua dan ingin memakai sepatu datar, Anda akan merasa bahwa otot-otot ini tidak dapat berkembang dengan mudah dan menyebabkan banyak rasa sakit di pinggul, lutut dan pergelangan kaki.
Dengan cara yang sama tendon Achilles juga menjadi lebih pendek dan lebih ketat dengan penggunaan tumit biasa dan tendon ini kadang-kadang menjadi meradang - yang dikenal sebagai tendinitis.
Ketika Anda bisa berjalan seperti model, hal terakhir yang harus Anda pikirkan adalah, sepatu hak tinggi memberi tekanan pada otot-otot pinggul karena kaki tidak dapat mendorong tubuh ke depan dengan terlalu banyak kekuatan pada mereka sendiri.
Maka, disarankan untuk bijak saat berbelanja sepatu. Berikut yang harus diperhatikan saat berbelanja sepatu:
1.Ukuran kedua sepatu harus sama. Saat membeli sepatu, terbaik adalah memakai kedua sepatu dan berjalan sedikit - kadang-kadang banyak orang memiliki kaki yang lebih besar dari yang lain - jadi selalu beli sepatu di mana kaki yang lebih besar terasa nyaman.
2. Belilah sepatu ketika kaki nyaman saat dicoba.
3.Jangan membeli sepatu dengan kotak kaki sangat sempit, jari kaki akan menonjol dan kapalan.
4.Cobalah untuk membatasi mengenakan sepatu hak tinggi, kenakan hanya untuk acara-acara khusus saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pejabat Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa gencatan senjata sementara antara kelompok teror dan Israel
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.