650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
The Nutcracker and the Four Realms./Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA--The Nutcracker and the Four Realms siap tayang pada 2 November 2018 di seluruh bioskop Indonesia.
Film tersebut akan mengajak penonton ikut berpetualang ke negeri tak terlupakan.
Film arahan sutradara Lasse Hallstrom dan Joe Johnston itu, mengisahkan tentang perjalanan Clara (Mackenzie Foy) ke dunia paralel aneh dan misterius untuk mencari kunci yang dapat membuka hadiah dari mendiang ibunya, Marie.
Tempat baru ini sungguh membingungkan bagi Clara tapi juga terlihat indah dan dipenuhi keajaiban.
Clara kemudian bertemu dengan tentara Nutcracker bernama Philip dan para penguasa tiga dunia: Land of Snowflakes, Land of Flowers dan Land of Sweet.
Clara mendapat sambutan yang hangat terutama dari Sugar Plum Fairy (Keira Knightley) yang pernah menjadi sahabat ibunya.
Namun, ada satu dunia terlupakan yang dijaga oleh para tentara tikus dan pemimpinnya Mother Ginger (Helen Mirren). Lalu, Clara dan Philip memberanikan diri pergi ke dunia keempat untuk mengambil kunci miliknya dan mengembalikan keseimbangan keempat dunia.
Film yang terinspirasi dari cerita karangan E.T.A Hoffman ini cocok untuk disaksikan bersama keluarga. Sebab, ceritanya begitu ringan dan tidak terlalu banyak konflik. Bahkan, untuk adegan pertempurannya pun tanpa greget sehingga aman untuk anak-anak.
Penggambaran tokoh dan nama dalam "The Nutcracker and the Four Realms" juga mudah untuk diingat. Belum lagi ciri dari beberapa karakternya yang dapat membuat tertawa, seperti si tikus Mouserinks, nakal namun pemberani.
Selain cerita yang ringan, penonton juga akan dibawa ke sebuah negeri yang menakjubkan. Hal ini mengingatkan pada dunianya Alice in Wonderland, meski tidak seindah di sana. Setidaknya, penonton ikut dibawa berpetualang menjumpai empat dunia.
The Nutcracker and the Four Realms juga menampilkan pertunjukan balet singkat dari Misty Copeland dan Sergei Polunin ketika Clara pertama kali datang ke Land of Sweets.
Film ini menyajikan banyak hiburan tanpa perlu berpikir keras tentang jalan ceritanya. Di sisi lain, ada pesan moral juga yang bisa diambil oleh anak-anak seperti perlunya memupuk rasa percaya diri dan pentingnya saling mendukung antara anggota keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.