Bahlil Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi, Ini Alasannya
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji moratorium industri setengah jadi untuk mempercepat hilirisasi dan memutus rantai ekspor produk.
Fim The Social Reckoning/RRI.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Dunia Facebook kembali menjadi sorotan melalui film The Social Reckoning (2026), karya penulis sekaligus sutradara Aaron Sorkin. Film ini membawa penonton ke persoalan yang berbeda dari The Social Network (2010), meski sama-sama berkaitan dengan perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg.
Jika The Social Network yang diperankan Jesse Eisenberg dan Andrew Garfield menyoroti ambisi serta kekacauan ketika Zuckerberg membangun Facebook, The Social Reckoning mengambil cerita dua dekade setelah platform tersebut berdiri.
Kali ini, Facebook digambarkan telah berkembang jauh melampaui sekadar media sosial. Platform tersebut telah memiliki pengaruh terhadap berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak, kesehatan mental, hingga demokrasi.
Terinspirasi Kasus The Facebook Files
Plot utama The Social Reckoning mengambil inspirasi dari kejadian nyata ketika seorang mantan karyawan Facebook membocorkan dokumen rahasia perusahaan. Dokumen tersebut kemudian menjadi dasar reportase investigasi The Facebook Files pada 2021 oleh media Wall Street Journal.
Cerita mengikuti Frances Haugen, yang diperankan oleh Mikey Madison. Ia merupakan seorang insinyur Facebook yang mulai mempertanyakan arah perusahaan setelah melihat bagaimana algoritma platform dapat memperbesar berbagai dampak buruk.
Frances kemudian menghubungi reporter investigasi Wall Street Journal Jeff Horwitz, yang diperankan oleh Jeremy Allen White. Pertemuan rahasia keduanya menjadi awal dari investigasi yang lebih besar.
Dalam proses tersebut, Frances dan Jeff harus berhadapan dengan dokumen internal, kepentingan korporasi, tekanan politik, hingga risiko pribadi. Upaya mereka untuk mengungkap apa yang terjadi di balik salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia kemudian berkembang menjadi apa yang dikenal sebagai “The Facebook Files”.
Ketika Algoritma Menentukan Apa yang Kita Lihat
Daya tarik The Social Reckoning tidak hanya berasal dari kisahnya yang diangkat dari peristiwa nyata. Persoalan yang dibawa film ini terasa dekat dengan kehidupan pengguna media sosial saat ini.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah sistem algoritma yang menentukan konten apa yang muncul di linimasa pengguna. Sistem yang pada awalnya dirancang untuk meningkatkan interaksi ternyata dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih rumit.
Film tersebut memperlihatkan bagaimana konten yang memancing reaksi emosional, kemarahan, clickbait, hingga hoaks dapat dengan mudah menyebar melalui mekanisme tersebut.
Persoalan itu membuat The Social Reckoning terasa meresahkan. Sorkin tidak hanya mengajak penonton melihat bagaimana perusahaan teknologi bekerja, tetapi juga mempertanyakan sejauh mana perilaku manusia dapat dibentuk oleh sistem dan algoritma media sosial.
Karakter yang Tidak Sekadar Hitam Putih
Sorkin tidak membungkus persoalan tersebut hanya sebagai drama politik dengan pembagian karakter yang sederhana. Tokoh-tokoh di dalamnya justru ditampilkan dengan sisi yang lebih abu-abu.
Frances bukan sosok yang sejak awal membenci Facebook. Ia justru percaya terhadap potensi awal perusahaan tersebut dan merasa frustrasi karena perusahaan yang ia percaya mampu memperbaiki berbagai masalah malah memilih untuk tidak melakukannya.
Sementara itu, Jeff menjadi pintu masuk bagi penonton yang tidak akrab dengan dunia teknologi. Ia digambarkan pintar dan memiliki rasa ingin tahu besar, tetapi tidak benar-benar memahami bahasa teknologi.
Kontras antara Frances dan Jeff menjadi salah satu bagian menarik dalam film. Keduanya pada awalnya saling membutuhkan untuk kepentingan investigasi, tetapi hubungan tersebut perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal.
Jeff bahkan menghadapi dilema ketika semakin kuat mendorong Frances untuk membuka informasi, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung perempuan tersebut.
Chemistry Mikey Madison dan Jeremy Allen White
Dinamika serta chemistry antara Mikey Madison dan Jeremy Allen White menjadi elemen yang membuat materi film yang cukup berat terasa lebih hidup.
Madison memainkan Frances sebagai sosok yang kaku, introvert, dan analitis. Sementara itu, White memberikan sisi yang lebih mudah dipahami melalui karakter Jeff.
Rasa canggung, saling curiga, serta perbedaan cara berpikir di antara keduanya menciptakan kontras yang bekerja dengan baik dalam film.
Selain hubungan kedua karakter tersebut, alur cerita juga dibangun melalui latar waktu yang tidak linear. Potongan cerita antara investigasi Frances dan Jeff, persiapan Mark Zuckerberg menghadapi kongres, hingga sejumlah peristiwa politik besar disusun menjadi informasi yang membuat penonton terus menanti perkembangan berikutnya.
Companion Piece untuk The Social Network
The Social Reckoning terasa seperti companion piece yang masuk akal untuk The Social Network, tetapi tidak bergantung pada film pendahulunya.
Film ini tidak sekadar bercerita tentang Facebook dan perjalanan perusahaan teknologi tersebut. Lebih jauh, The Social Reckoning mengajak penonton melihat bagaimana media sosial bekerja, bagaimana informasi dapat menjadi semakin emosional, serta bagaimana manusia tanpa sadar dapat menjadi bagian dari sistem algoritma.
Dengan mengangkat kisah Frances Haugen dan Jeff Horwitz serta peristiwa yang kemudian dikenal sebagai “The Facebook Files”, film karya Aaron Sorkin ini membawa kembali pertanyaan mengenai hubungan manusia, teknologi, perusahaan besar, dan pengaruh algoritma dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji moratorium industri setengah jadi untuk mempercepat hilirisasi dan memutus rantai ekspor produk.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.