Kementerian HAM Dukung Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Maia dan ibu./Instagram-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Maia Estianty tampil cantik dan anggun menjadi pengantin, saat menikah dengan Irwan Mussry pada 29 Oktober kemarin. Maia mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan veil dan mahkota di kepalanya.
Rupanya, mahkota yang dikenakan Maia Estianty merupakan hasil rancangan artis Happy Salma. Hal tersebut pun diakui sendiri oleh Happy.
"Iya pakai mahkota dari Tulola. Di mana itu brand saya dan sahabat saya, kami bertiga, kebetulan Tulola Crown dipakai Maia," kata Happy Salam, saat ditemui di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).
Menurut produser teater Bunga Penutup Abad itu, Maia Estianty sempat berbagi kebahagiaan menceritakaan pernikahannya dengan Irwan Mussry.
"Cuma membicarakan seputar yang mau dipakai aja," tutur Happy Salma.
Sayangnya, Happy Salma tidak mau membocorkan berapa harga mahkota tersebut. Namun dipastikan, mahkota tersebut dibikin selama satu bulan oleh tangan manusia.
"Harganya istimewa yang pasti karena dikerjakan oleh 100 persen tangan manusia. Bahannya dari silver," ungkap Happy Salma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.