Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Video Presiden Joko Widodo di Jogjarockarta 2018 di Stadion Kridosono, Jogja, Sabtu (27/10/2018)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Jogjarockarta 2018 menghadirkan Megadeth sebagai penampil utama mereka di Stadion Kridosono, Sabtu (27/10/2018). Melalui media sosial, Megadeth sempat meminta Presiden Joko Widodo untuk menyaksikan penampilan mereka di Jogja.
Namun, pada Sabtu malam ini, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu tidak datang ke Jogja. Alhasil, panitia menghadirkan video rekaman ucapan Presiden Jokowi yang ditayangkan di enam layar lebar yang dihadirkan di tengah-tengah Kridosono.
“Saya merupakan penggemar dari band yang didirikan Dave Mustaine. Saya hapal beberapa lagu mereka [Megadeth] tetapi tidak tahu apakah lagu itu akan dinyanyikan. Selamat menyaksikan Megadeth,” ucap orang nomor satu di Indonesia itu.
Selesai video Jokowi itu, Megadeth hadir di panggung International Stage sekitar pukul 21.45 WIB. Menjadi band penutup gelaran Jogjarockarta tahun ini yang disokong penuh oleh Bank Jateng itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.