Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi remaja/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Para orang tua harus memperhatikan dua hal yang membentuk kepribadian anak remaja. Dua hal itu adalah hal dasar yang membantu remaja menemukan identitas diri, yaitu self image (citra diri) dan self esteem (harga diri).
Dokter kesehatan Jiwa Anak dan Remaja dokter Fransiska Kaligis, Sp.KJ (K) mengungkapkan remaja melihat dirinya sendiri, kemudian bereksperimen dengan melihat orang lain yang sesuai dengan dirinya.
"Karakter remaja ini dipengaruhi oleh self image, bagaimana dia merasakan dirinya, apakah positif atau negatif? Kemudian ada pula self esteem, yang merujuk pada remaja mengevaluasi dirinya, misalnya saya pintar, saya jelek, dan lain sebagainya,” terang Fransiska di Jakarta belum lama ini.
Remaja yang memiliki self image positif, sambungnya, memiliki ciri, seperti senang bertemu dengan orang baru, tidak khawatir dengan penilaian orang lain, berani mengekspresikan diri, hingga memiliki pikiran "Saya berpikir saya sanggup".
"Berbeda dengan remaja dengan self image negatif. Remaja ini tidak percaya dirinya sendiri, melihat bahwa sekitarnya itu menjelekkan dirinya, sulit memaafkan, takut untuk menunjukkan kreativitasnya, hingga mereka berpikir, ’Saya tidak dapat melakukannya’,” ungkap dia.
Dokter kejiwaan dari Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Departemen Psikiatri FKUI-RSCM itu memberikan saran bagaimana membangun self image pada remaja.
"Menjadi diri sendiri, melakukan apa yang menjadi minatnya, cukup istirahat dan bersantai, menghitung berkat setiap hari, menuliskan kekuatan dan kelemahan, memiliki komunitas yang memberikan kekuatan positif," kata dia.
Demikian pula dengan meningkatan self esteem seorang remaja, dokter yang berpratik di RSCM ini menunjukkan caranya, yakni bersama dengan orang yang memerlakukan diri remaja itu baik, menerima bahwa segala sesuatu tidak berjalan sempurna, lebih fokus pada sesuatu yang positif dibanding negatif, memberi dan menolong.
"Lakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari atau tiga kali seminggu. Sebab, hal tersebut dapat membangun kepercayaan diri dan kemampuan sosial, meningkatkan konsentrasi, menjaga berat badan, meningkatkan kualitas tidur dan perasaan baik dalam diri,” kata dokter Siska.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.