24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi patah hati/ist-eharmony
Harianjogja.com, JOGJA—Anda yang sedang berpacaran merasa telah tak lagi bisa berkomunikasi dengan baik? Hubungan tentu menjadi tak sehat. Jika tak lagi bisa diupayakan, putus adalah jalan terakhir.
Namun kerap kali kata putus sangat sulit diucapkan. Anda takut menyakiti pasangan. Berikut beberapa cara terbaik untuk menyampaikannya kepada pasangan.
Katakan yang sebenarnya, tetapi jangan kejam
Jika Anda mengakhiri suatu hubungan, Anda berutang pada pasangan untuk menjelaskan alasannya, kata Rachel Sussman, psikoterapis di New York City.
"Orang-orang yang saya lihat yang mengalami waktu paling sulit setelah putus cinta, itu karena mereka tidak paham," kata Sussman, dilansir Time.
Idealnya, alasan Anda seharusnya tidak mengejutkan si dia karena Anda telah membicarakan hak itu sebelumnya.
Guy Winch, psikolog di New York City dan penulis buku How to Fix a Broken Heart setuju bahwa Anda harus memberikan alasan, tetapi menekankan bahwa putus bukan berarti membongkar semua keluhan Anda yang terpendam termasuk komentar-komentar sinis.
Jangan lupa, pilihlah kata-kata dengan cermat dan hindari kalimat yang menyalahkan si dia. Apa yang Anda rasakan menyakitkan belum tentu secara objektif begitu.
Anda bisa mencoba melunakkan suasana yang mungkin terasa mencekik dengan mengatakan "Kita bisa berteman, ’atau‘ sekarang bukan saat yang baik untuk kita".
Lakukan sambil bertatap muka
Baik Winch dan Sussman mengatakan perpisahan yang paling bijaksana terjadi bukan di tempat umum.
Tempat terbaik untuk melakukannya adalah di rumah dia, bukan di rumah Anda, sehingga Anda dapat pergi jika situasinya terlalu lama bisa Anda tangani dan tempat itu tentu saja akrab dengan mereka.
Setelah putus, jangan bertindak layaknya lajang
Meskipun mungkin merasa tidak nyaman untuk melanjutkan hubungan dengan mantan, menurut Winch, itu adalah hal yang biasa. Namun, setelah memutuskan mengakhiri segalanya, Anda tidak boleh langsung bertindak seperti layaknya lajang.
“Hal terbodoh yang dilakukan orang adalah terlibat dengan orang lain sebelum hubungan mereka berakhir. Ini dapat menciptakan jarak sekaligus menyakitkan untuk dia [karena seakan Anda menipunya]," kata Sussman.
Sussman mengatakan, orang yang mengakhiri suatu hubungan terkadang memiliki pikiran lain setelah berbuat demikian, walau memang ini hanya membuat situasi menjadi berantakan dan menyakitkan.
"Luangkan waktu untuk diri Anda, menulis jurnal, berbicara dengan seorang teman atau anggota keluarga yang sangat baik atau berbicara dengan seorang spesialis hubungan untuk mendapatkan saran" kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.
Ford mengembangkan teknologi mobil parkir yang bisa bergerak otomatis untuk menghindari tabrakan menggunakan AI dan sensor pintar.