TBY Gelar Parade Teater

Sunartono&Rheisnayu Cyntara
Sunartono&Rheisnayu Cyntara Rabu, 05 September 2018 23:17 WIB
TBY Gelar Parade Teater

Salah satu pementasan oleh Kalanari Theater di TBY, Selasa (4/9) malam./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara

Harianjogja.com, JOGJA - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar parade teater bertajuk Linimasa, Perjumpaan Antara Lampau dan Masa Depan di Concert Hall, Selasa (4/9/2018) malam. Kegiatan itu sebagai salah satu upaya menampung kreatifitas pelaku seni sekaligus mengembangkan budaya.

Kepala TBY Yuliana Eni Lestari menjelaskan, proses penentuan penampilan tim teater dalam event parade teater itu didasarkan proses kuratorial TBY, sehingga pihaknya menunjuk kurator. Berbagai kegiatan seni termasuk teater, harus dikembangkan sebagai perwujudan keberhasilan memajukan seni budaya.

Untuk merealisasikannya tidak lepas dari peran masyarakat yang cinta seni budaya serta kreatifitas seniman. "Selain masyarakat, kreatifitas seniman juga sangat berpengaruh terhadap pengembangan seni budaya," ucapnya, Selasa (4/9/2018).

Dalam parade teater ini ditampilkan empat kelompok dari Yogyakarta. Antara lain Kelompok Teater Jubah Macan SMAN 3 Jogja sebagai representasi teater remaja yang tampil dengan judul Judul Menul dengan sutradara Rania Balqis Ilyasa serta Puthut Buchori sebagai penulis naskah.

Kemudian Kalanari Theater dengan signifikan gagasan lebih spesifik mengangkat judul (Un) Fitting Sebuah Percobaan Menyandang Sejarah Teater yang Memerdekakan dalam Gudang dan Lemari dengan sutradara Ibed Surgana Yuga.

"Masing-masing mampu mewakili zamannya. Sekaligus sebagai media bertukar gagasan, pengetahuan, informasi pengalaman baru tentang teater di Yogyakarta," katanya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY Budi Wibowo mengatakan ada 6.163 kelompok seni dan 1.055 bangunan cagar budaya di wilayah DIY. Potensi itu harus terus dikembangkan sehingga ketahanan budaya harus bisa diwujudkan di masa mendatang. Ketahanan itu bukan berarti kuno atau ketinggalan zaman tetapi harus mampu bersaing di era global.

"Budaya harus memberi kontribusi pada peradaban. Mari majukan kebudayaan. Ekspresi seni adalah nilai keindahan yang ada inspirasinya, jadi tidak hanya tontonan tapi juga tuntunan di dalamnya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online