Pengasuh Ponpes di Wonogiri Dilaporkan Terkait Kasus Asusila
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Nikita Mirzani./Ist-Instagram @nikitamirzanimawardi_17
Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar keterlibatan artis Nikita Mirzani sebagai timses salah satu capres peserta Pilpres 2019 hingga kini terus berhembus.
Aktris Nikita Mirzani mengaku masuk dalam daftar timses salah satu capres-cawapres dalam Pilpres 2019. Tapi sampai sekarang dia masih belum mau menyebut siapa kandidat yang didukung.
"Pokoknya yang bisa membangun Indonesia lebih baik dan bagus saja," kata Nikita Mirzani ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2018).
Kendati begitu, Niki-begitu sapaan akrab Nikita Mirzani-membeberkan kriteria pasangan kandidat yang didukungnya. Dia mengaku mendukung calon presiden yang tegas.
"Gue emang memilih presiden itu yang nggak pernah neko-neko. Yang ngomongnya kalau A ya A," kata Nikita.
"Yang pasti tidak boleh berselingkuh dari sang istri," ujarnya lagi berkelakar.
Sebelumnya, pengakuan Nikita Mirzani menjadi timses salah satu kandidat sempat ditanggapi oleh Sandiaga Uno.
Sandiaga yang merupakan cawapres pendamping Prabowo Subianto itu kaget mendengar kabar tersebut.
Dia juga memastikan ketika diwawancara waktu itu belum ada laporan Nikita Mirzani masuk dalam tim sukses dirinya dan Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.