19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nikita Mirzani dan Dipo Latief. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Polres Jakarta Selatan tengah menangani kasus dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam rumah tangga Nikita Mirzani dan Dipo Latief.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan menjelaskan alasan Dipo Latief memolisikan Nikita Mirzani atas kasus tersebut.
Dalam keterangan yang diperoleh penyidik, pasangan yang menikah siri pada 18 Februari 2018 ini mulanya terlibat cekcok sebelum akhirnya berujung KDRT terhadap Dipo Latief.
"Awalnya ada cekcok lah, biasa kesalahpahaman. Biasa ada urusan masalah rumah tangga," terang AKBP Stefanus Tamuntuan dihubungi Senin (6/8/2018).
Ia menambahkan bahwa lokasi penganiayaan terjadi di luar rumah. Hingga kini, pihak penyidik masih terus mendalami kasus tersebut.
"Lokasi penganiayaan bukan di rumah. Sampai sekarang keterangan saksinya lagi kita kumpulin, nanti kan setiap keterangan kita kumpulin siapa saksinya," sambung AKBP Stefanus Tamuntuan.
Seperti diketahui, Dipo Latief resmi melaporkan Nikita Mirzani ke Polres Jakarta Selatan belum lama ini. Pengusaha tersebut membawa bukti visum pemukulan bagian muka yang diduga dilakukan Nikita Mirzani.
Terkini, pihak penyidik sudah melayangkan surat pemanggilan untuk ibu dua anak itu. Rencananya, Nikita Mirzani bakal dimintai keterangan dalam waktu dekat.
Hubungan Dipo Latief dan Nikita Mirzani memang memanas, awal Juli ini. Perempuan 32 tahun itu pun berniat menceraikan suaminya itu dengan mendaftar isbat nikah terlebih dahulu di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Alasannya, Nikita Mirzani mengaku Dipo Latief gemar berselingkuh dengan anak remaja belasan tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.