Desainer Kate Spade Tewas Gantung Diri di Apartemennya

N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana Rabu, 06 Juni 2018 05:08 WIB
Desainer Kate Spade Tewas Gantung Diri di Apartemennya

Kate Spade/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA - Desainer kenamaan Amerika Serikat Kate Spade ditemukan tewas pada Selasa, (5/6/2018) waktu setempat. Dia tewas diduga karena gantung diri di apartemennya.

Polisi mengatakan perempuan berusia 55 tahun itu ditemukan kali pertama dalam kondisi sudah tak bernyawa oleh pembantunya di apartemen Park Avenue, tempat dia gantung diri.

Dia meninggalkan sebuah catatan, tetapi pejabat kepolisian itu tidak menjelaskan lebih jauh apa yang ditulisnya. Dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian pada pukul 10:26 pagi waktu setempat.

Polisi menjelaskan, seorang pengurus rumah tangga menemukan Spade di kamar tidurnya tergantung dengan syal merah yang diikat ke kenop pintu. Dia ditemukan sudah tidak sadar dan pengurus rumah tangga langsung menelepon 911.

Suami Spade berada di TKP, sedangkan putri mereka, menurut seorang juru bicara polisi, tidak diketahui keberadaannya hingga berita ini ditulis.

Kate Spade adalah salah satu desainer fesyen kontemporer wanita generasi pertama di  Amerika Serikat yang cukup berpengaruh pada 1990-an. Ia membangun merek pakaian dan aksesori yang digemari banyak wanita.

Dia adalah perwujudan kreasi estetika yang tidak biasa seperti kacamata proto-1960-nya yang memiliki frame tebal namun dengan cepat menjadi tren.

Spade dan calon suaminya saat itu, Andy, meluncurkan Kate Spade pada 1993. Dalam beberapa tahun, ia telah membuka toko SoHo dan menyabet sejumlah penghargaan dalam industri fesyen.

Namanya menjadi singkatan untuk tas yang dengan cepat digilai para wanita karier dan gadis-gadis muda sebagai sebuah simbol status bagi semua kalangan perempuan AS ketimbang tas Fendi atau Chanel.

Pada 1999, Spade menjual bisnis ini kepada Neiman Marcus Group, yang menjualnya kepada Liz Claiborne, Inc. pada 2006.

Spade melepaskan brand Kate Spade pada 2007, dan mengabdikan diri pada proyek-proyek lain. Ia lalu mendedikasikan dirinya untuk keluarganya dan aktif dalam bermacam kegiatan filantropi . Pada 2016, bersama dengan suaminya dan dua temannya, ia meluncurkan usaha baru, label aksesoris yang disebut Frances Valentine.

Dia sangat berkomitmen dalam proyek anyarnya itu. Dalam sebuah wawancara dia mengaku telah mengubah nama keluarganya dari Spade menjadi Valentine.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online