Mengintip Rancangan Paduan Batik dan Gaya Jepang

Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari Jum'at, 04 Mei 2018 07:35 WIB
Mengintip Rancangan Paduan Batik dan Gaya Jepang

Model memeragakan busana rancangan Ferry Sunarto./JIBI-Bisnis Indonesia-Asteria Desi Kartika Sari

Harianjogja.com, JAKARTA-Memadukan unsur batik dengan potongan gaya Jepang dilakukan desainer Ferry Sunarto. Hasilnya adalah baju yang terkesan glamour.

Desainer Ferry Sunarto adalah sosok desainer yang selalu mengikat inspirasi kebaya yang kekinian dengan menggali dan mencampurkan unsur modern.

Sentuhan Ferry menghasilkan karya yang sophisticated dan glamour serta tetap mengutamakan budaya bangsa.

Kali ini Fery mencoba memberikan sentuhan yang berbeda dengan meluncurkan lini busana batik dan cocktail dress. Dia memadukan unsur kebudayaan Jepang seperti potongan kimono, outer, dan obi.

Memenuhi kebutuhan perempuan akan busana kasual, Ferry mengeluarkan 20 koleksi ready to wear lewat label \'Fersoen\' untuk Spring/Summer 2018.

Ferry Sunarto : Menafsirkan wastra Indonesia tidak hanya sebatas melestarikan. /Bisnis-Asteria Desi Kartika Sari

Guna menghasilkan rancangan tersebut, Fery bekerjasama dengan batik Keris. Dia berkomitmen menggabungkan unsur tradisional dengan unsur modern dan glamor.

"Menafsirkan wastra Indonesia tidak hanya sebatas melestarikan, namun harus dikembangkan ke dalam sesuatu yang kekinian dan modern," katanya.

Menurut Ferry, meskipun inspirasi berasal dari lokal tetap harus memiliki taste internasional. Jepang memiliki teknologi maju tapi sangat menghargai budaya. "Kali ini saya merepresentasikan budaya Jepang dengan berbagai perpaduan batik yang menarik," jelasnya.

Membuat karya ready to wear, menurt Ferry, memiliki tantangan tersendiri dibandingkan desain kebaya. Ia harus mengubah kain tradisional ke dalam gaya yang kekinian seperti jumpsuit, blazer,off shoulder, setelan celana dengan atasan hingga dress cocktail yang elegan.

Dari sisi warna, yang dipilih Ferry adalah coklat, mustard, biru, merah, hingga violet. Pada rancangannya kali ini, Ferry juga menambahkan motif floral yang unik dalam setiap bajunya untuk menarik pangsa pasar yang lebih luas.

Selain kain batik, ia juga menyelipkan materi lain seperti bahan katun, linen, organza dan jacquard untuk menguatkan unsur modern. Tak hanya itu, tampilan model makin sempurna dengan aksesories sandal kayu dan tata rias khas Jepang.

Ferry pun berkolaborasi dengan The Zora by Sinar Mas yang merupakan perusahaan pengembang properti terkemuka di Asia Tenggara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online