Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Andar Yusri tengah bersama para model yang menampilkan busana berbahan tenun rangrang karyanya./ist-Andar Yusri
Harianjogja.com, JOGJA-Desainer Iskandar Yusri merancang tenun khas Bali, rangrang menjadi busana muslim bagi pria. Ia menamainya dengan Arfan Series. Terdiri dari enam busana, rancangannya ini terinspirasi dari gaya paduan gaya kasual dan sentuhan etnik.
Arfan Series yang ditampilkan dalam Jogja Fashion Parade adalah karya kedua Iskandar Yusri yang diluncurkan pada 2018. Busana-busana kali ini didominasi warna merah tua atau maroon.
“Sejak awal saya memang tertarik pada sentuhan etnik yang bisa dituangkan dalam kain-kain Nusantara khas Indonesia seperti tenun, batik dan lurik,” kata Iskandar kepada Harian Jogja belum lama ini.
Desainer kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini memang ingin mengangkat kain tenun agar dapat dikenal masyarakat luas dalam karyanya. Selain kain khas Nusantara, Iskandar juga ingin mengikuti tren warna cerah pada 2018.
“Dalam koleksi busana kali ini, saya mengangkat tenun dengan motif rangrang yang berasal dari Pulau Dewata. Kain tenun itu kan didominasi warna-warna cerah apalagi kain tenun yang berasal dari daerah Indonesia Timur. Seperti daerah Nusa Tenggara dan Bali itu menghasilkan kain tenun dengan modifikasi warna yang agak terang seperti oranye, merah, kuning sehingga bisa menghasilkan harmoni yang menarik,” ujarnya.
Kain tenun rangrang khas Bali, Nusa Penida yang digunakan mayoritas menggunakan motif wajik. Warna maroon yang digunakan pun dapat menambah kesan cerah. Iskandar menerapkan potongan kasual dan modest. “Jenis busana modest memang memberikan potongan bahan kain yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh. Hal itu dapat memberikan look yang stylish dan masih dalam busana muslim pria,” katanya.
Iskandar menjelaskan bahwa koleksi busana Arfan Series ditujukan untuk pria muda yang peduli pada penampilan. Selain itu busana karyanya bisa digunakan untuk melakukan ibadah keagamaan. “Sebetulnya koleksi ini bukan hanya bisa dipakai untuk melaksanakan ibadah di masjid, namun bisa dipakai untuk acara-acara semi formal lainnya,” terang Iskandar.
Iskandar membutuhkan sekitar satu bulan untuk dapat menyiapkan ide dan konsep karya, sedangkan untuk proses pengerjaan Iskandar memerlukan waktu kurang lebih satu minggu.
“Karya ini tidak memerlukan waktu lama untuk eksekusinya dan selama proses pengerjaannya tidak ada kendala yang berarti,” kenang Iskandar.
Untuk menyempurnakan penampilan dalam busana kali ini, Iskandar menambahkan topi sebagai detail dan pemanis. Selain itu dalam pemilihan sepatu digunakan sepatu dengan jenis pantofel.
Koleksi busana karya Iskandar Yusri dapat dilihat di Instagram @iskandar.yusri dengan brand Salvadora. Kini, Iskandar sedang menyiapkan karya untuk ditampilkan pada acara Jogja Fashion Festival yang akan digelar pada akhir Maret. Konsep yang diangkat tetap menggunakan sentuhan kain khas Nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
Gladi kotor HUT ke-81 RI digelar di Istana Merdeka. Sebanyak 81 pesawat dan helikopter mengikuti latihan demo udara.