Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Ilustrasi gula./Reuters
Harianjogja.com, TORONTO-Diet rendah gula dalam kehidupan sehari-hari bukan satu-satunya solusi menjalani pola makan sehat.
Selama ini gula kerap dipercaya sebagai penyebab obesitas alias kegemukan, penyebab tipe 2 diabetes, pemicu penyakit jantung dan mendorong pertumbuhan beberapa tipe kanker.
Faktanya, gula bukan satu-satunya biang kerok kegemukan dan penyakit-penyakit tersebut. Yang pasti penyakit itu datang karena porsi makan yang berlebihan, rutinitas yang tak sehat, makanan olahan, dan tentu saja makanan siap saji semua memainkan peran sebagai pemicu beragam penyakit.
Menurut Nationalpost, banyak yang percaya selama ini makanan kita terlalu banyak mengandung gula. "Rata-rata manusia mendapatkan 15 persen kalori dari konsumsi gula harian," ujar Christy Brissette, edukator diet dan kesehatan terpercaya asal Toronto, Kanada, Sabtu (7/4/2018).
Christy menambahkan rata-rata asupan kalori itu agak melenceng hitung. Sebab yang yang dihitung adalah jumlah rata-rata pada orang dewasa, padahal konsumsi pada remaja dan anak-anak seharusnya lebih dari itu.
WHO merekomendasikan asupan kalori harian pada manusia adalah 10% per hari, yang artinya kita harus segera mengurangi sebanyak 5%.
Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan pengurangan konsumsi gula tambahan harian hingga 12,5 sendok teh per hari.
Indeks Glikemik
Brissette menyebut sebenarnya ada yang lebih penting dilakukan daripada memikirkan dengan tengang mengurangi asupan gula harian, yaitu memahami indek glikemik.
Sebab pengaruh gula terhadap metabolisme tubuh tergantung pada berapa banyaknya makanan yang dimakan. Glikemik adalah zat karbohidrat dalam gula darah.
Indeks Glikemik (IG) adalah standar yang digunakan pada pasien diabetes. Indek ini direkomedasikan oleh para profesional di bidang kesehatan salah satunya Asosiasi Diabetes Kanada (Canadian Diabetes Assocciation).
Memahami IG lebih mudah dan tepat dilakukan daripada mendorong pengurangan konsumsi gula harian. IG dihitung dari dari glukosa yang dilepaskan ke dalam darah dari berbagai tingkatan berbeda, tergantung karakteristik nutrisi makanan.
Penting untuk memahami bagaimana gula dikonsumsi, dilihat dari jumlah dan jenis makanan yang dimakan. Dampaknya akan berbeda bagi tingkat gula darah.
Sebenarnya diet rendah gula yang tepat adalah dilihat dari jenis makanan dengan tinggi IG. Contohnya roti putih, makanan yang dipanggang, soft drink, jus (kemasan) dan kentang yang berwarna kekuningan adalah tergolong makanan dengan IG tinggi. Dan tentu saja adalah golongan pertama makanan yang harus dikurangi.
Lebih sederhananya begini, golongan makanan yang lebih cepat melepaskan glukosa dalam darah harus lebih dulu dihindari dibanding yang lambat.
Roti putih dan kentang adalah urutan pertama yang mengandung gula tinggi tapi rendah nutrisi lain. Urutan paling bawah adalah sayuran hijau, beberapa jenis biji-bijian dan kacang-kacangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Newswire
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita